Suara Denpasar – Masa kecil merupakan dimana anak akan banyak mempelajari segala sesuatu. Pada masa inilah dimana pembelajaran perilaku pada anak diajarkan.
Saat orang tua memberi contoh perilaku yang baik maupun buruk, anak - anak akan mudah meniru apa yang dilakukan orang tuanya tersebut.
Jadi alangkah baiknya orang tua memperhatikan perilaku apa saja yang harus ditanamkan pada anak.
Namun sadarkah bahwasanya anak kalian sulit mempelajari suatu hal? Seperti berhitung, membaca, bersosialisasi maupun keterampilan lainya.
Melansir dari CDC hal tersebut merupakan gejala dari Learning Disorder atau gangguan dalam belajar.
Anak susah sekali belajar, disuruh membaca terbata bata, atau membutuhkan waktu lama Ketika disuruh menulis. Jangan pernah beranggapan bahwa anak tersebut sebagai anak yang malas ataupun bodoh.
Learning Disorder atau gangguan belajar dialami oleh 5-10% anak di dunia. Karasteristik dasar dari hal tersebut adalah adanya kesenjangan antara prestasi akademik dan kapasitas kemampuan belajar anak.
Terdapat gangguan saraf pada otak anak yang membuat struktur dan kinerja otak tidak bekerja dengan baik. Alhasil anak akan kesulitan untuk menerima ,memproses dan menginformasikan sesuatu.
Sebagai contoh, tes IQ anak bisa saja diatas rata-rata, namun tes kemampuan akademiknya seperti membaca,menulis, dan berhitung justru dibawah rata-rata.
Baca Juga: 'Kader Korup Cuma Masa Lalu' Demokrat Santai Tanggapi Gertak Anas Urbaningrum soal Hambalang
Karena pada dasarnya Learning Disorder tidak ada hubungannya dengan tingkat kecerdasan (IQ). Yang membedakan anak Learning Disorder dengan anak-anak lainya adalah kemampuan otaknya dalam menerima dan memproses informasi.
Penyebab pasti Learning Disorder belum diketahui pasti, namun diduga ada hubungannya dengan genetic, paparan lingkungan, atau gangguan yang terjadi selama kehamilan.
Bagaimana cara deteksi dini Learning Disorder pada anak?
Learning Disorder cenderung baru diketahui Ketika anak memasuki usia sekolah.
Seorang anak didiagnosis Learning Disorder jika mengalami gangguan belajar minimal selama 6 bulan dan tidak ada gangguan lain, seperti gangguan pendengaran, gangguan bicara, atau gangguan intelektual.
Semakin dini Learning Disorder terdeteksi, semakin besar peluang anak tersebut untuk berhasil di sekolah dan menjalani kehidupan selayaknya anak-anak lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Persija vs Persib Digelar di Samarinda, Dirigen Viking Yana Umar Bilang Begini
-
Terpopuler: Viral Klarifikasi Homeless Media, 7 HP Midrange RAM Besar Baterai Jumbo
-
Terpopuler: 5 Lipstik Tahan Lama hingga 16 Jam, Zodiak Panen Keberuntungan Hari Ini
-
Cuma Segelintir, Ini Deretan Mobil Listrik dengan Baterai Nikel di Indonesia
-
Persipura Jayapura Siap Mati-matian Hadapi Adhyaksa demi Tiket Promosi
-
The Bride Who Burned The Empire: Kisah Pemberontakan Seorang Putri
-
Tetap Humble di Usia 30 Tahun, Intip Rahasia Sheila on 7 Tetap Disayang Sheilagank
-
Mendominasi! 3 Klub Inggris Sukses Tembus Final Tiga Kompetisi Berbeda di Eropa
-
5 Shio yang Diprediksi Meraih Kesuksesan 8 Mei 2026, Kamu Termasuk?
-
Erick Thohir Tak Ikut Campur soal Hasil Piala AFF U-19 2026