Suara Denpasar – Pulau Dewata Bali bukan soal pesona wisata pantai dan alam yang memikat hati para wisatawan mancanegara hingga domestik untuk datang.
Tetapi juga memiliki wisata religi Islam yang tidak pernah diketahui pubik. Wisata islam ini menyimpan banyak peristiwa tentang penyebaran agama Islam pertama di Pulau Bali. Bahkan menyimpan berbagai kisah mistis.
Di Bali sendiri ada 7 wisata religi yang keberadaan hingga saat ini masih terjaga dan masih dikunjungi oleh penduduk lokal Islam di Bali.
Berikut 7 lokasi wisata religi Islam yang disarikan dari berbagai sumber yang ada:
1. Makam Wali Negara atau Datuk Lebai Melayu Habib Ali Bin Umar Bafaqih
Makam Habib Ali bin Umar Bafaqih lokasi tidak jauh dari pusat Kota Kabupaten Jembrana. Makam ini berlokasi di Jalan Nangka No. 145 Desa Loloan Barat Kecamatan Negara Jembrana.
Sekedar diketahui lokasi makam dari Datuk Lebai Melayu kelahiran Banyuwangi Jawa Timur ini berada di Area Pondok Pesantren Syamsul Huda yang didirikannya pada tahun 1935.
Menariknya, beliau saat mudanya pernah belajar memperdalam ilmu ke tanah Mekkah selama 7 tahun lamanya.
Sepulangnya dari Makkah, beliau juga pernah mondok di salah satu pesantren di Jombang, sampai akhirnya beliau datang berdakwah di pulau Bali atas permintaan Datuk Kyai Haji Mochammad Said seorang ulama besar di Loloan untuk menyebarkan Agama Islam.
Baca Juga: 3 Series dan Film Adhisty Zara Terbaru, Ada Virgo and The Sparklings
Maka tidak heran banyak dari warga Kabupaten Jembrana Bali mengikuti ajarannya dengan memeluk agam Islam.
2. Makam Wali Karangrupit, The Kwan Lie atau Syekh Abdul Qodir Muhammad
Makam Syekh Abdul Qadir Muhammad terletak di Desa Temukus berada tepat di samping Pura Agung Labuan Aji, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.
Syekh Abdul Qadir Muhammad datang ke Bali untuk mensyiarkan agama Islam mulai dari Karangasem, Buleleng, hingga Jembrana. Kini makam beliau ramai dikunjungi oleh para peziarah dari dalam dan luar Bali.
3. Makam Wali Bukit Bedugul atau Syekh Habib Umar Bin Maulana Yusuf Al-Maghribi
Makam Habib Umar Bin Maulana Yusuf Al-Maghribi yang berlokasi di Puncak Bukit Tapak, di tengah area hutan cagar alam kebun Raya Bedugul milik Perhutani Bali yang hutannya masuk sebagai wilayah konservasi.
Tag
Berita Terkait
-
Aneh! Pernah Sogok Sekda, 2 Perusahaan Ini Malah Dipakai Pemprov Bali Kelola 'Energi Bersih'
-
Integrasi Kegiatan Pramuka, Kwarda Bali Luncurkan Layanan Online
-
7 Tips Wisata di Bali saat Nyepi, Wajib Ikuti Aturan dan Jangan Sembarangan Keluyuran
-
Marak WNA Lalu Lalang Pakai Plat Nomor Palsu Rusia di Bali: Warga Meradang, Polisi Beraksi
-
WNA Pakai Plat Rusia di Bali Tak Pakai Helm, Tak Punya SIM Dan Tak Bawa Paspor
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard