Suara Denpasar - Low back pain atau LBP dalah suatu gejala nyeri atau ketidaknyamanan punggung bawah yang memiliki efek negatif dan masif terhadap medis, sosial, dan ekonomi.
LBP mayoritas dialami oleh pasien lanjut usia dan jenis kelamin laki-laki, sehingga berdampak pada aktivitas sehari-hari. Banyak pilihan terapi telah tersedia untuk LBP. Namun, langkah tersebut gagal karena kurangnya edukasi pasien terhadap LBP.
Untuk itu dalam program kemitraan masyarakat (PKM). Dua dosen Klinik Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa, yakni Muliartini dan Udayani Nesa berusaha meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga mengenai LBP.
"LBP merupakan permasalahan kronis dimana sebanyak 80 persen populasi pernah mengalami LBP dan mayoritas dialami oleh pasien lanjut usia sehingga berdampak pada aktivitas sehari-hari," papar Muliartini di dampingi Nesa.
"Prevalensi LBP juga ditemukan lebih banyak pada laki-laki yang dapat disebabkan oleh faktor pekerjaan," imbuh keduanya kompak.
Kegiatan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, dan tes terkait LBP ini tidak hanya dilakukan dengan mengunjungi pasien dan keluarga ke kediaman mereka.
Tapi juga dilakukan di ruang tunggu radiologi RSUD Tabanan. Ambil contoh pada hari Jumat tanggal 28 Oktober 2022.
Setelah mendapat informasi dan edukasi terkait LBP. Termasuk juga nutrisi yang diperlukan oleh pasien. Dari dua mitra didapatkan bahwa nilai rerata tes awal sebesar 50 menjadi 80 pada tes akhir.
Hal ini menggambarkan peningkatan pengetahuan sebanyak 80 persen mengenai LBP. Peningkatan tersebut termasuk cukup signifikan yang diharapkan dapat diterapkan sehingga meningkatkan kualitas hidup mitra sehari hari dengan berkurangnya keluhan LBP yang dideritanya. ***
Baca Juga: Waduh, Prof. Antara Ternyata Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Unud Jalur Mandiri 2018-2020
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta
-
7 Sepatu Lari Lokal dengan Desain Paling Berani: Berani Pakai Warna Tabrak Saat Lari?
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF