Suara Denpasar - Kasus Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) pada Universitas Udayana (Unud) belakangan menjadi pusat perhatian publik Pulau Dewata.
Sebab, kasus yang terjadi di institusi pendidikan tinggi itu menyeret Rektor Unud Prof. I Nyoman Gde Antara beserta tiga pejabat rektorat termasuk dosen sebagai tersangka terus diperdalam penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali.
Tak berhenti sampai di situ, perhatian publik juga teralih dengan mutasi yang terkesan tiba-tiba terhadap Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali Kajati Bali Ade T Sutiawarman dimutasi ke Jawa Barat.
Untuk posisi Kajati Bali akan ditempati oleh DR.R. Narendra Jatna yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Perencanaan pada Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung RI.
Serah terima jabatan sendiri dikabarkan akan berlangsung di Jakarta pada 20 Maret 2023.
"Entah ini mutasi normal atau tidak maka ini harus diwaspadai sebagai hal yang bisa saja mengubah keputusan penetapan Tersangka menjadi SP3. Karena Kejaksaan tak jarang menutup kasus meski sudah penyidikan dengan menganulir lagi keputusan awalnya," ungkap Made "Ariel" Suardana pengamat hukum dan juga aktivis 97 disinggung soal mutasi Kajati Bali yang terkesan mendadak, Kamis 16 Maret 2023.
Dia hanya berharap bahwa pergantian ini adalah estafet kemimpinan biasa untuk penyegaran maupun promosi di lingkup Kejaksaan.
"Saya sich berharap ini bukan merupakan lobi-lobi politik yang pernah saya ucapkan dulu sebagai hal yang perlu diwaspadai.
Selain jalan praperadilan untuk menghentikan sebuah kasus yang ada tersangkanya.
Baca Juga: Giliran BCW Pertanyakan Hasil Audit, Tantang Unud Buka-bukaan ke Publik
Sekarang kita mau tuntut Kajati yang baru ini lebih bertaji atau malah letoy. Tinggal cek kinerjanya saja,"
Tambah pengacara yang juga penyanyi itu menjelaskan, Narendra Jatna sebenarnya memiliki pekerjaan rumah (PR) dan tinggal melanjutkan program yang sudah diterapkan oleh pejabat sebelumnya.
"Dia sudah diberikan PR atau pekerjaan lanjutan untuk kasus Unud. Saya berharap dia lurus-lurus saja tanpa mau diintervensi bahkan sebaliknya jangan mengintervensi penyidiknya agar menutup kasus itu," saran dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Jurgen Klopp Semprot Van der Vaart Usai Kritik Pedas Van Dijk di Piala Dunia 2026
-
Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia
-
Cetak Gol Tendangan Roket ke Gawang Irak, Mbappe Selisih 3 Gol dari Messi
-
Lionel Scaloni Blak-blakan: Argentina Lolos ke 32 Besar, Tapi Masih Banyak PR
-
Cristiano Ronaldo Baru 8 Gol, Messi 18 Gol, Miroslav Klose: Selamat Champ!
-
Pelatih Paraguay Serang FIFA: Piala Dunia 2026 Hanya untuk Orang Kaya Esensi Hilang
-
Pengakuan Jujur Lionel Messi Usai Menyandang Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia
-
Argentina Hajar Austria: Lionel Messi 18 Gol Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia
-
Dari Persia Kuno! Isi Lengkap Surat Timnas Iran, Kirim Pesan Damai untuk Dunia
-
Kylian Mbappe: Jujur, Lionel Messi Pemain Terbaik Dunia