Suara Denpasar - Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. Nyoman Gde Antara telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali pada (13/3) lalu.
Dugaan korupsi dana SPI yang dilakukan oleh Rektor Universitas Udayana dan 3 pejabat struktural lainnya itu mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp443 miliar.
Ditetapkannya Prof Antara menjadi tersangka tersebut mengundang banyak reaksi dari pemerhati pendidikan.
Salah satunya adalah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Singaraja. Ketua umum HMI Cabang Singaraja Wahyu Candra Kurniawan mengatakan perguruan tinggi merupakan organisasi tempat mencetak generasi muda penerus bangsa yang kelangsungan hidup bangsa dan negara ada di tangan mereka.
Menurutnya, perguruan tinggi sebagai tempat belajar harus dapat mempertahankan eksistensi di masa yang akan datang, jangan sampai dikotori dengan tindakan koruptif.
"Saat ini perguruan tinggi yang dikatakan sebagai tempat belajar dan tempat mencetak generasi bangsa telah dikotori oleh pimpinan perguruan tinggi dengan melakukan tindakan korupsi dana SPI," katanya," katanya kepada denpasar.suara.com, Kamis (16/3/2023).
Candra menilai perguruan tinggi seharusnya mampu menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni, pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, Pengabdian kepada Masyarakat, bukan malah membebani masyarakat dan menjadi tempatnya para koruptor.
Lebih kanjut kata dia, perguruan tinggi bukan tempat untuk mencari uang, tetapi sebagai tempat untuk pencetak generasi bangsa yang akan datang. Untuk itu dia berharap semua pelaku pendidikan terutama pejabat struktural di Universitas agar dikontrol secara ketat.
Bukan hanya pimpinan perguruan tinggi, tetapi juga dari staff sampai rektor harus tetap diperiksa dan diawasi. Karena dugaan korupsi dana SPI di Universitas Udayana sudah menjadi bukti.
Baca Juga: Bikin Ngilu! Detik-detik Pengendara Motor Hampir Terlindas Kereta Api di Cikampek
“Karena dengan adanya kasus dugaan korupsi di Kampus Unud tersebut telah mencemarkan nama baik dunia pendidikan. Khususnya pendidikan yang ada di Bali. Untuk itu saya berharap kepada pihak pemerintah terkait, untuk melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap semua oknum yang ada di perguruan tinggi," tegasnya. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
7 Alasan Lapangan Hatta Jadi Spot Olahraga Pagi Favorit di Palembang, Ramai Komunitas Sehat
-
BRI Dominasi Penghargaan Dealer Utama 2025, Dukung Pembiayaan Negara
-
Dana BOS SMAN 2 Prabumulih Hampir Rp1 Miliar Dikuras Hacker, Pelaku Pesta Sabu Saat Ditangkap!
-
Konsisten di Pasar Keuangan, BRI Borong 3 Gelar Dealer Utama Terbaik
-
Dua Tahun Beroperasi, Bos Judi Online Beromzet Miliaran Rupiah Diamankan Bareskrim
-
Saingan Berat! 6 Serial Barat Non-Netflix yang Wajib Ditonton April 2026
-
41 Kode Redeem FF 2 April 2026, Waspada April Mop dari Garena
-
Perkuat Pasar SBN, BRI Sabet Tiga Penghargaan Dealer Utama 2025
-
Hati-Hati "Antek" Asing Berinsang: Sisi Gelap Ikan Sapu-Sapu yang Merusak Ekosistem
-
Sebut Kajari Karo Lakukan Dua Kesalahan Fatal dalam Kasus Amsal Sitepu, Anggota DPR: Pindahin Saja!