Suara Denpasar - Narasi sejumlah pihak yang ingin menyudutkan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali ditanggapi santai oleh Aspidsus Kejati Bali Agus Eko Purnomo.
Sebab, pihaknya memang fokus untuk mengungkap dugaan korupsi dana Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) pada Universitas Udayana (Unud).
Sebagai bukti Kejaksaan tidak main-main dalam penanganan ini adalah dengan penetapan empat orang tersangka yang salah satunya adalah Rektor Unud Prof. I Nyoman Gde Antara.
Begitu halnya dengan tudingan bahwa kasus ini diselidiki oleh kejaksaan karena salah satu oknum jaksa anaknya gagal masuk Unud.
Hal ini yang dirumorkan sebagai pemicu bergeraknya tim Kejati Bali juga dia bantah.
"Tidak benar ada pejabat Kejati Bali (titipkan mahasiwa ke Unud). Saya sudah punya datanya, silahkan saja kalo ada dimaksud di cocokan," tentang dia kepada pihak-pihak tidak bertanggungjawab yang menyebarkan rumor untuk memecah perhatian publik atas kasus ini, Senin 20 Maret 2023.
Yang pasti, ingat dia, pengungkapan kasus yang terjadi di dunia pendidikan tinggi ini adalah berawal dari laporan dan informasi dari masyarakat.
Baik dari orang tua calon mahasiswa maupun dari mahasiswa sendiri. Hal ini perlu diluruskan menyusul tudingan pihak Unud yang menyebut bahwa jaksa mencari-cari kesalahan.
"Kejati Bali murni bertindak kepentingan hukum untuk masyarakat luas, terutama dalam dunia pendidikan," tukasnya.
Tak kalah menarik adalah apa yang juga diungkapkan pihak Unud yang menyatakan bahwa dana SPI maupun kelebihannya dikembalikan ke kas negara. Hal ini malah dibantah oleh Inspektur IV Itjen Kemendikbudristek, Masrul Latif.
Di mana dengan status Unud sebagai BLU. Dana SPI bukan masuk ke kas negara, tapi ke rekening resmi Universitas yang berizin dari kementerian keuangan.
Begitu juga jika merujuk dari pernyataan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menjelaskan soal jalur penerimaan mahasiswa lewat jalur mandiri di tahun ajaran baru tetap dilakukan.
Hal ini ditegaskan Merdeka Belajar Episode 22: Transformasi Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri di kanal Yotutube.
"Seleksi (jalur) mandiri saat ini ada masalah, tingginya keragaman mekanisme besar sekali. Semua berbeda-beda. Tidak ada standarisasi. Banyak yang menanggapi jalur ini hanya berpihak kepada mahasiswa ekonomi atas," demikian kata mantan bos Gojek itu.
Hal ini juga yang menimbulkan banyaknya suara agar jalur mandiri di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ditutup.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
Terkini
-
Detail Receh Jadi Sorotan, Pengacara Niko Al Hakim Disebut Kalah Kelas dari Kubu Rachel Vennya
-
PBB Bongkar Hasil Investigasi: Tank Israel dan Ranjau Hizbullah Penyebab Gugurnya 3 Prajurit TNI
-
Tren Hybrid Cafe di Jakarta, Kedai SCBD Ini Buat Kopi dari Mesin Ratusan Juta Asal Italia
-
Bak Hotel, Maraknya Kos Harian di Jember Bikin Pengusaha PHRI Meradang
-
Longsor di Sibolangit Deli Serdang Timbun Rumah, 5 Warga Meninggal Dunia
-
Memaknai Hidup Lewat Tulisan: Belajar Beropini dari Pengalaman Pribadi
-
Israel Syok Trump Terima 10 Tuntutan Iran demi Gencatan Senjata dan Buka Selat Hormuz
-
Rahasia Foto Epik Bulan Kru Artemis II: Kamera Lawas Rp15 Jutaan Jadi Andalan NASA
-
SeaBank Cetak Laba Bersih Rp 678,4 Miliar di 2025, Meroket 79%
-
Wujudkan Masyarakat Sehat, BRI Peduli Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Seluruh Indonesia