Suara Denpasar - Komentar anggota DPD RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna atau biasa dipanggil AWK terkait kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) pada Universitas Udayana (Unud). Langsung mendapat tanggapan dari pengamat hukum dan aktivis 97 Made "Ariel" Suardana.
Ungkap dia, penetapan Rektor Unud Prof. I Nyoman Gde Antara sebagai tersangka jangan buru -buru ditarik ke ranah politik dengan menyebutkan adanya grand design dan kriminalisasi.
"Pernyataan itu haruslah didukung dengan data dan fakta yang akurat. Dan politisi saya minta dewasa dalam bernegara dengan cara memberikan pendiidikan kepada rakyat untuk menghormati proses hukum yang sedang berlangsung serta menghargai tugas jaksa sebagai penegak hukum," papar Ariel Suardana.
Dia juga meminta AWK untuk menjelaskan ke publik siapa yang membuat grand design dan tujuannya apa?
"Ini kan spekulatif namanya sekedar melempar wacana namun tidak dijelaskan turunanannya secara detail apalagi menggunakan istilah kriminaslisasi yang seolah -olah ada rekayasa dalam penegakan hukum atas kasus SPI.
Pernyataan ini kontroversial dan tendensius tanpa melihat proses hukum penyidikan yang sudah berlangsung secara detail," tuding dia.
Justru seorang politisi mestinya mendorong pendidikan murah bagi rakyat. Jika AWK setuju ada pembayaran SPI hingga miliaran rupiah lalu dimana keberpihakannya kepada rakyat.
Apalagi, jaksa menilai langkah pemungutan SPI oleh Unud itu adalah ilegal dan identik dengan pungli karena tanpa dasar hukum.
"Menurut saya biarkan proses hukum berjalan nanti diuji di Pengadilan jangan buru-buru membuat pernyataan yang dapat menimbulkan kegaduhan di masyarakat Yang dijadikan Tersangka kan empa orang salah satunya Rektornya bukan Kampusnya yang dibubarkan.
Jadi Unud tidak kiamat kalau hanya rektornya yang bakal diadili. Harusnya AWK dorong Rektor segera mundur jangan sampai pas Wisuda Mahasiswa Rektornya ditahan kan nggak ada yang memindahkan tali toga," tutup dia panjang lebar. ***
Tag
Berita Terkait
-
Koster Usulkan Pencabutan VoA Turis Rusia dan Ukraina, AWK: Saya Ketawa Aja, DPD RI Bali Akan Gagalkan
-
AWK Tentang Rencana Koster Larang WNA Bawa Motor di Bali: Gak Usah, Rapikan saja Sistemnya
-
Berita Terpopuler Sepekan, Trending Rektor Unud Prof. Antara Tersangka Korupsi dan Arie Kriting Santet Ibu Mertua
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Marak Pencurian Besi Lagi di Jakarta, Pramono Ancam Cabut KJP hingga Tak Cairkan Bansos Pelaku
-
Hipnosis atau Manipulasi? Simak Faktanya di Buku Hypnotherapy Mastery
-
Lionel Messi Lampaui Diego Maradona, Kembali Ukir Rekor Baru di Piala Dunia 2026
-
Benarkah Kendaraan Menunggak Pajak Bakal Dilarang Isi BBM Subsidi Pertalite?
-
Selaras dengan Danantara, BTN Perkuat Transformasi Bisnis dan Bukukan Kinerja di Atas Rata-Rata
-
Anime Digimon Beatbreak Umumkan Arc Kyo, Tayang 12 Juli 2026
-
Kontroversi VAR Argentina Menang Dramatis, Mesir Kehilangan Keadilan?
-
4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima
-
Asus ExpertBook PM5 G2 Rilis di Indonesia, Laptop Bisnis AI dengan AMD Ryzen AI dan RAM hingga 64GB
-
Terpaksa Harus Naik, Biaya Haji 2027 Diusulkan Jadi Rp107 Juta