Dalam sidang sengketa informasi di Komisi Informasi yang diajukan Walhi Bali, terungkap bahwa PT Padma memiliki 80 persen saham. Sisanya, 20 persen jadi milik Perusda Bali.
Yang menarik, meski punya 20 saham, Perusda Bali tidak menyetor dana atau modal. Namun, setoran modal dari Perusda dibayar melalui dividen (bagi hasil) laba ketika perusahaan sudah beroperasi dan menguntungkan. Ini sering disebut sebagai saham kosong.
Lebih menarik lagi, PT Padma adalah anak perusahaan PT Titis Sampurna. Perlu diingatkan, PT Titis Sampurana maupun PT Padma adalah pemrakarsa proyek Terminal LNG Celukan Bawang.
Namun, proyek Terminal LNG Celukan Bawang itu tidak mendapat izin. Belakangan diketahui, PT Padma dan PT Titis sudah memberi uang Sekda Buleleng, Dewa Puspaka miliaran rupiah.
Puncaknya adalah Dewa Puspaka diseret ke kasus korupsi karena menerima uang dari PT Titis dan PT Padma. Namun, pejabat PT Titis dan PT Padma sampai saat ini tidak diseret ke hukum meski terungkap telah memberi uang sekda Buleleng dalam urus izin Terminal LNG Celukan Bawang.
Pengadilan malah memutus Dewa Puspaka sebagai pemeras. Padahal, Dewa Puspaka mengaku hanya menerima hadiah alias gratifikasi dalam membantu pengurusan izin.
Sekda Buleleng dijatuhi hukuman 8 tahun penjara. Sedangkan anaknya, Dewa Radea dihukum 4 tahun penjara.
Nah, setelah gagal membangun Terminal LNG di Celukan Bawang, ternyata PT Padma ini menggeser proyek Terminal LNG ke Tahura Ngurah Rai, persisnya di mangrove Sidakarya, Denpasar. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Luhut Tolak Proyek Terminal LNG di Bali, Begini Reaksi Bendesa Adat Sidakarya
-
Bocor! Ini Foto Surat Luhut Pandjaitan yang Tolak Terminal LNG di Mangrove Bali
-
Terminal LNG di Mangrove Bali Ditolak, Humas PT DEB Sebut Luhut Aneh
-
Terminal LNG di Mangrove Bali Ditolak Luhut, PT DEB Nyatakan Belum Tamat
-
Heboh! PT DEB Akui Surat Luhut Tolak Terminal LNG
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut
-
Imigrasi Sumut Kedepankan Pencegahan TPPO dan Pengawasan Orang Asing
-
Persib Tak Pernah Kalah dari Persija Selama 3 Tahun, Bojan Hodak Pede Menang di Samarinda
-
Ammar Zoni Gandeng Pengacara Baru, Siap Ajukan PK atas Vonis 7 Tahun
-
Bukan Minimarket Biasa: Rahasia Mematikan dalam A Shop for Killers
-
Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi
-
Menjaga Sungai dari Hulu ke Hilir: Cerita Pusur Institute Ajak Anak Muda Rawat DAS Pusur di Klaten
-
Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?
-
Jeremy Doku Bakal Tunjukkan Taring Generasi Baru Timnas Belgia Saat Hadapi Grup G Piala Dunia 2026
-
Bencana Aceh Bikin Pengangguran Mencapai 5,88 Persen