/
Kamis, 30 Maret 2023 | 04:03 WIB
Potret Presiden FIFA Gianni Infantino dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir saat menghadiri Kongres FIFA ke-73 di Kigali, Rwanda, Kamis (16/3) siang waktu setempat. (Instagram @erickthohir)

Suara Denpasar – Indonesia dipastikan gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 yang rencananya bakal digelar 20 Mei sampai 11 Juni 2023 mendatang. 

Keputusan ini bahkan telah diumumkan secara resmi melalui situs resmi Federasi Sepak Bola Internasional alias FIFA, Rabu (29/3/2023) malam. 

“Menyusul pertemuan hari ini antara Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir, FIFA telah memutuskan karena keadaan saat ini, untuk menghapus Indonesia sebagai tuan rumah FIFA U-20 World Cup 2023,” demikian keterangan yang ditulis FIFA melalui web resminya, fifa.com. 

Selain itu, FIFA juga menyatakan bahwa sanksi terhadap PSSI akan segera diumumkan. 

“Potensi sanksi terhadap PSSI juga akan diputuskan pada tahap selanjutnya,” kata FIFA.  

Lantas, apa sanksi yang akan diberikan FIFA terhadap PSSI? 

Dilansir dari Suara.com, berikut terdapat 9 potensi sanski FIFA kepada Indonesia. 

1. Indonesia berpotensi akan dibekukan oleh FIFA. Terlebih, reputasi sepakbola Indonesia akibat Tragedi Kajuruhan di Malang yang menewaskan ratusan korban jiwa pada Oktober 2022 lalu, masih menyisakan citra buruk Indonesia di mata FIFA. 

2. Indonesia akan dikecam oleh dunia Internasional karena dipandang gagal mengemban amanat FIFA. 

Baca Juga: Indonesia Batal Tuan Rumah Piala Dunia U-20, IG Gubernur Bali Wayan Koster dan Ganjar Pranowo Diserang Habis-habisan

3. Indonesia terancam tidak bisa megikuti kegiatan apapun yang berkaitan dengan kalender FIFA. 

4. FIFA tidak akan memberikan kesempatan lagi kepada Indonesia untuk menjadi tuan rumah dalam liga apapun yang akan digelar ke depannya. 

5. Indonesia akan dicoret sebagai kandidat tuan rumah Piala Dunia 2034 nanti. 

6. Federasi olahraga dunia akan mempertimbangkan untuk tidak memilih Indonesia sebagai tuan rumah pesta olahraga, termasuk olimpiade. 

7. Indonesia akan dicap sebagai negara diskriminatif dan plin plan, lantaran tidak bisa memisahkan dunia olahraga dengan politik. 

8. Pemain, pelatih, wasit, klub, hingga masyarakat terancam kehilangan mata pencaharian. Hal ini berdampak langsung pada lebih dari 500.000 orang jika sepakbola Indonesia benar-benar dihentikan. 

Load More