Suara Denpasar – Eks Kapten PSIS Semarang, Wallace Costa terpaksa harus dideportasi setelah overstay lantaran masa berlaku visanya sudah habis.
Hal ini diungkapkan langsung oleh pihak Imigrasi Kelas II Kediri lewat situs resmi Direktorat Jenderal Imigrasi, Kamis (6/4/2023).
“WNA (yang dideportasi) tersebut merupakan eks pemain di Liga 1 yang sudah tidak mempunyai klub karena kontraknya telah habis dengan PSIS Semarang,” tutur Denny Irawan, Kepala Imigrasi Kelas II Kediri.
Menariknya, Wallace Costa sempat keluar dari Indonesia. Namun, dia masuk lagi dengan Visa On Arrival untuk mencari klub baru. Mirisnya, dia tak kunjung mendapat kontrak sampai masa visanya habis.
“Lalu dia keluar Indonesia dan masuk lagi dengan Visa On Arrival untuk mencari klub baru. Lantaran tidak mendapatkan kontrak baru sehingga overstay dan melaporkan diri ke Kantor Imigrasi Kediri," terang Denny.
Tak hanya tampil memperkuat PSIS Semarang, Wallace Costa juga pernah berlaga dengan Persela Lamongan. Selama musim Liga 1 periode 2018-2022, Wallace sudah tampil dalam 93 pertandingan dan berhasil mengoleksi 17 gol serta dua assist.
Sementara ketika bersama PSIS Semarang, Wallace Costa menjelma sebagai sosok bek tengah yang aktif mencetak gol. Dari total 65 penampilannya bersama Mahesa Jenar, ia sudah berhasil menyumbang 13 gol.
Kini, karena terbukti melanggar keimigrasian, Wallace Costa dan keluarganya dikenakan sanksi Tindakan Administratif Keimigrasian berupa pendeportasian dan dimasukkan ke dalam daftar penangkalan yang tidak diizinkan masuk wilayah Indonesia sampai batas waktu tertentu.
Tak hanya itu, proses deportasinya juga dibiayai pihak Embassy Brazil lantaran Wallace terkendala biaya.
Baca Juga: Gagal di Piala Dunia U20, Ganjar Pranowo Sebut Akibat Kegagalan PSSI Lobi FIFA
"Karena yang bersangkutan tidak mempunyai biaya, akhirnya WCA dan keluarganya dideportasi dengan dibiayai oleh pihak Embassy Brazil," lanjut Denny. (Rizal/*)
Berita Terkait
-
Diminta Balik Panser Biru, Eks PSIS Semarang Wallace Costa Malah Dideportasi
-
Pemain Persib Bandung Beri Pesan Menyentuh Usai Kerusuhan Suporter PSIS Semarang dan PSS Sleman
-
RUMOR! Sosok Rp3,04 Miliar Eks Persib Bandung Dikaitkan dengan PSIS Semarang, Ini Profilnya
-
Usai Kontra PSIS Semarang, Aji Santoso Tak Kuasa Mainkan Ernando Ari, Kenapa?
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
4 Shio Paling Hoki 28 April 2026, Keberuntungannya Tak Terbendung
-
Green SM Buka Suara Usai Keterlibatan Taksi dalam Kecelakaan KA di Bekasi
-
Imbas Tabrakan KRL dengan KA Agro Bromo Anggrek, Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara
-
Sejajarkan Andrie Yunus dengan Marsinah, Dongker Bakal Abadikan Kasus Kekerasan Aparat dalam Lagu
-
Momen Dramatis Evakuasi Korban Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur
-
Kisah Kangen Band Diangkat ke Layar Lebar Lewat Film Mencari Yolanda
-
Potret Ngeri Tabrakan KA Argo Bromo-KRL, Gerbong Ringsek
-
Tinjau Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Anggota DPR Sudjatmiko: Situasi Sangat Mencekam
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
Bank Sumsel Babel Kian Agresif Perluas Akses Keuangan bagi Masyarakat Daerah