Suara Denpasar - Proses panjang harus dilalui untuk membuat sebotol tuak. Minuman tradisional yang dikenal di hampir seluruh wilayah Indonesia. Begitu juga dengan yang dilakukan oleh perajin tuak asal Desa Sibetan, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali.
Sebelum dilakukan penyadapan tuak. Perajin tuak di wilayah Sibetan harus mengetok-ngetok barang bunga pohon Jaka atau nira selama enam bulan. Seperti yang dilakukan oleh Pak Bocok, salah satu perajin tuak di Sibetan.
"Enam bulan lamanya dan dipukul selama 15 menit agar airnya nanti banyak," katanya dikutip dari kanal YouTube @Rict snt, Minggu 23 April 2023.
Setelah enam bulan, pria yang sudah menjadi perajin tuak sejak 1996 itu memotong batang bunga nira. Air hasil sadapan biasanya dipanen pada pagi dan sore hari.
Hasil air sadapan itu disaring dengan serabut kelapa. "Fungsinya supaya warna lebih menarik dan menambah cita rasa," ungkapnya.
Hasil sadapan per satu pohon kira biasanya berkisar lima liter. Dan, ingat dia, tuak sebaiknya dikonsumsi langsung atau tak lebih dari 24 jam guna menjaga cita rasanya. "Tuak yang bagus dihasilkan dari pohon nira yang sudah tua.
Air sadapan juga sedikit, tapi kualitas lebih bagus san pekat. Umumnya, nira diambil tuaknya setelah berumur 15 tahun," tukasnya. Saat masih muda, Pak Bocok biasanya bisa memanen tuak dari 14 pohon nira. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
Ramai Disorot, Proyek Gedung MUI Sukabumi Rp3 Miliar Disebut Lambat, Ini Penjelasan di Baliknya
-
PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya
-
Annette Edoarda Tegang Selama Syuting Film Horor Songko di Tomohon
-
Bangga Bawa Irak Lolos ke Piala Dunia, Frans Putros Langsung Fokus Hadapi Bali United
-
3 Zodiak yang Hidupnya Akan Lebih Mudah Setelah 9 April 2026
-
Nissa Sabyan Diduga Sudah Melahirkan Gara-Gara Video Orangtua Pangku Bayi, Ini Fakta Sebenarnya
-
Hazelight Umumkan Rekor Penjualan: Split Fiction Laku 7 Juta Kopi, It Takes Two 30 Juta
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu