/
Minggu, 23 April 2023 | 22:40 WIB
Suudzon Tiada Henti, Nursyah Yakin Indah Permatasari Diguna-guna oleh Keluarga Arie Kriting: Dia Diberi Air Setan! (Instagram @indahpermatas)

Suara Denpasar - Ketegangan Indah Permatasari dan Arie Kriting dengan sang ibunda, Nursyah Mustamin, tak kunjung mereda. 

Nursyah kembali berbicara buruk soal sang putri dan menantu karena jengkel tak mendapat ucapan selamat lebaran. 

"Jangankan ucapan lebaran, ketemu sama saya beberapa tahun yang lalu, beberapa bulan yang lalu, cuman lewat begitu aja," kata Nursyah saat live Instagram, seperti yang dibagikan ulang oleh akun @lambenyinyir_official, Minggu (23/4/2023).

Nursyah curiga bahwa Indah Permatasari telah diguna-guna oleh Arie Kriting dan keluarganya. Sebab menurutnya yang ada di pikiran Indah hanyalah sang suami. 

Dia memaparkan, "Yang di kepalanya Indah itu cuman si kribo doang dengan keluarganya kribo."

"Kalau sudah sampai di sana (kampung halaman Arie Kriting), otaknya sudah mati, dikasih mandi, dikasih makan dengan air, nas nas nas, air setan," ujarnya curiga. 

Dalam kesempatan ini, Nursyah juga bercerita soal pengalaman tak mengenakkan yang dialaminya belum lama ini. Dia curiga telah dicelakai seseorang lewat guna-guna. 

"Saya baru lima hari puasa syawal, ada ular menyerang saya, masuk lewat pintu. Allahu Akbar, Allahu Akbar, saya bilang begitu, lari tunggang langgang itu ular kurang ajar, rumah saya bersih kok mau masuk itu ular," pungkasnya. 

Sementara itu, Indah Permatasari belum mengantongi restu sang ibunda meski telah dipersunting Arie Kriting sejak 12 Januari 2021. 

Baca Juga: Indah Permatasari Pernah Tinggal di Area Prostitusi Demi Bantu Keluarga, Pernikahan Tak Direstui Bikin Nyesek!

Nursyah bahkan terang-terangan menyebut Indah sudah salah jalan hingga tega menyumpahinya sambil membawa nama Tuhan. 

"Sudahlah. Saya anggap Indah itu sudah tersesat," kata Nursyah seperti dikutip dari YouTube Intens Investigasi. 

Dia menambahkan, "Hati-hati ngomong. Nanti kalau Allah kasih miring mulutmu ke kanan, miring ke kiri, hati-hati."(*)

Load More