Suara Denpasar - Kepala divisi (Kadiv) Imigrasi kantor wilayah Kemenkumham Bali menanggapi pemberitaan tentang Bule buka praktek medis dan terapi ilegal di Bali.
Sebelumnya Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Denpasar, Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, SpAnd-K., menyampaikan kekhawatirannya apabila ada dokter WNA yang membuka praktek medis ataupun terapi seperti jasa steam sell, terapi ozon, dokter umum, spesialis, bahkan jadi dokter gigi secara ilegal di Bali.
Prof. Wimpie mengaku hal itu diketahuinya atau dilihatnya melalui media sosial. Sehingga dia khawatir.
Terkait itu, Kepala Divisi (Kadiv) Imigrasi Kanwil Kemenkumham Bali, Barron Ickhan mengatakan kekhawatiran Prof. Wempie itu selama ini memang sudah menjadi kekhawatiran bersama.
Sehingga selama ini pihaknya menyasar WNA yang menyalahgunakan izin tinggal. Jangankan dokter WNA yang buka praktek ilegal seperti yang dikhawatirkan, investor yang kedapatan melanggar budaya Bali pun bisa dideportasi.
Kendati demikian Barron Ickhan mengatakan pihaknya langsung melakukan penelusuran melalui media sosial dan turun ke lapangan guna menyelidiki dokter WNA yang buka praktek ilegal di Bali sesuai informasi dari Prof. Wimpie.
Berdasarkan penelusuran, dan melakukan penyelidikan di beberapa lokasi tidak ditemukan dokter WNA yang membuka praktek ilegal di Bali.
"Sebetulnya kalau penyalahgunaan izin tinggal misalnya dia ke sini gunakan visa wisata, kemudian dia kerja di sini apalagi jadi dokter itu jelas-jelas salah.
Jujur saja kita sudah jalan juga, sudah kita telusuri yang kita temukan itu bukan sebagai terapis atau sebagai dokternya, tetapi sebagai PMA (Penanam Modal Asing)," terang Barron Ickhan saat ditemui Suara Denpasar, Rabu (26/4/2023).
Baca Juga: Bukit Kirana Villas Kembali Dilaporkan Karena Diduga Keseringan Usir Penyewa WNA
Lebih lanjut Barron mengatakan apabila ada penemuan dari masyarakat terhadap WNA yang diduga menyalahgunakan izin tinggal, diharapkan untuk melaporkan hal tersebut kepada Imigrasi.
"So far (sejauh ini) seperti yang dikatakan Prof Wempie tidak kita temukan di tempat itu. Apa ada tempat lain, kalau misalkan ada tempat lain boleh informasikan ke kita, tempatnya di mana," tutup Barron. (*/Ana AP)
Berita Terkait
-
Heboh! Waitress Restoran di Badung, Bali Jadi Korban Pelecehan Seksual, Pelakunya Seorang WNA
-
Deportasi WNA Investor, Begini Reaksi Gubernur Bali Wayan Koster
-
Gubernur Bali: WNA Langgar Hukum Adat Bali Tak Cukup Minta Maaf, Harus Deportasi
-
Sering Deportasi WNA, Imigrasi Denpasar Minta Pemprov Bali Segera Terbitkan Do and Does Not
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Pacifiic Bike Bawa Jajaran Sepeda Motor Listrik Baru dan Umumkan Aktivitas Ekspor di IIMS 2026
-
PORSIBA FC Raih Runner Up Liga 4 Zona Sumsel, Torehan Prestasi Lebih Baik dari Musim Lalu
-
Prabowo: Setiap Kali Mau Berantas Korupsi, Kelompok 'Garong' Serang Balik Pakai Kerusuhan
-
Tak Mau Hubungan Cepat Bubar? Pelajari Triangular Theory of Love Ini!
-
Ketika Langit Membunuh Hujan
-
Begini Strategi Telkom Hadapi Disrupsi Teknologi dan AI
-
5 Film Baru Sambut Akhir Pekan, Ada Human Resource hingga I Was A Stranger
-
Di Istiqlal, MUI Ingatkan Perusak Lingkungan Adalah Kejahatan Besar di Mata Al-Qur'an
-
5 Makanan Murah di Pasar yang Bikin Uban Melambat Tumbuh Secara Alami
-
1 Unit Suzuki eVitara Bisa Dapat 3 Unit BYD Atto 1, Apa yang Bikin Istimewa?