Suara Denpasar - Bertepatan dengan hari buruh atau May Day yang diperingati setiap 1 Mei, sejumlah kelompok dari kalangan mahasiswa, buruh, masyarakat sipil yang tergabung dalam Aliansi Bali Menggugat melakukan aksi di depan kantor Gubernur Bali, Senin (1/5/2023).
Aksi tersebut menuntut 5 hal, salah satunya menuntut Gubernur Bali Wayan Koster menindak tegas pekerja asing yang saat ini marak di Bali.
Koordinator lapangan (Korlap) aksi, Ida I Dewa Made Budi Darsana alias Rai Budi mengatakan pihaknya menuntut agar Bali memiliki Perda (peraturan daerah) perlindungan ketenagakerjaan sehingga menekan tenaga kerja asing di Bali.
"Kami mendorong agar Bali memiliki Perda perlindungan tenaga kerja, di situ kan nanti mencakup bagaimana orang asing itu membuka usaha atau yang mau bekerja di Bali, jangan sampai kesempatan kerja kawan-kawan kami diambil alih oleh orang asing, itu kan yang kita tidak mau karena itu kepentingan kita," ucapnya kepada Suara Denpasar saat ditemui di lokasi aksi.
Rai Budi mengatakan selain menuntut agar Bali memiliki Perda perlindungan tenaga kerja, aksi tersebut juga menuntut agar dinas ketenagakerjaan bisa memperbanyak tenaga pengawasan terhadap puluhan ribu perusahaan yang berada di Bali.
Karena menurutnya banyak sekali ketimpangan yang dilakukan oleh perusahaan terhadap buruh. Maka perlunya pengawasan yang masif terhadap perusahaan agar hak-hak buruh tidak dipersekusi.
"Tenaga pengawasan tenaga kerja jumlahnya sangat terbatas, di Bali ada puluhan ribu perusahaan, ada aduan baru mereka kerja kalau gak ada gimana nasib teman-teman kita," sambung Rai Budi yang juga sebagai Sekretaris Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) Regional Bali itu.
Adapun 5 tuntutan yang dibawa dalam aksi Aliansi Bali Menggugat tersebut sebagai berikut.
1. Menolak UU Cipta Kerja karena telah merugikan dan menyengsarakan kelas pekerja.
2. Mendesak Pemerintah dan DPR segera mengesahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).
3. Meminta Pemerintah Provinsi Bali untuk menindak tegas Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal yang ada di Bali.
4. Mendesak penambahan SDM dalam rangka pengawasan terhadap pelanggaran ketenagakerjaan di Bali.
5. Mendorong adanya Peraturan Daerah (PERDA) perlindungan tenaga kerja di Bali.(Rizal/*)
Berita Terkait
-
May Day! Aksi Mahasiswa Papua di Bali Mentok di Lengan Kepolisian: Papua Merdeka
-
Makin Romantis Duo Kader PDIP Bali Berjumpa, Senyum Koster-Giri Prasta Bantah Isu Kerenggangan
-
Koster Ketemu Bupati Giri Prasta, Pokli Gubernur Bali Ungkap Tujuan Sebenarnya
-
Presiden Joko Widodo Diminta Menegur Gubernur Bali karena Terlalu Banyak Manuver
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Didampingi Didit, Prabowo Akhirnya Temui dan Salami Warga Yang Hadir di Acara Open House Istana
-
Berbagi THR 2026 Lebih Praktis dan Modern Lewat Fitur Unggulan BRImo
-
Melawan Petugas Saat Razia Petasan, 4 Pemuda di Kudus Diamankan Polisi
-
Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
-
Vivo V70 Resmi Hadir: Upgrade Kecil yang Terasa Lebih Flagship
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Ketika Maaf Hanya Sejauh Broadcast WhatsApp, Ada yang Salah?
-
Film Back to the Past: Sekuel Wuxia Modern yang Solid dan Menghibur
-
Tips Menyimpan Kue Kering Sisa Lebaran agar Tetap Renyah dan Tidak Melempem
-
SBY dan Jokowi Dijadwalkan Silaturahmi Lebaran ke Istana Temui Prabowo Sore Ini, Bagaimana Megawati?