- Polisi menyelidiki dugaan pelecehan seksual terhadap penumpang perempuan di Stasiun Kebayoran Lama yang terjadi pada Sabtu, 2 Mei.
- Pelaku diduga merekam bagian bawah rok penumpang secara diam-diam dari kolong peron sebelum akhirnya melarikan diri dari lokasi.
- Polisi melakukan pendalaman kasus dan meminta pihak KAI menutup celah peron demi meningkatkan keamanan serta kenyamanan penumpang.
Suara.com - Polisi menyelidiki dugaan kasus pelecehan seksual terhadap penumpang perempuan di kolong peron Stasiun Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Sabtu (2/5).
“Kejadian tersebut memang benar. Kami telah mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan pihak KAI,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Joko menanggapi terkait beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan seorang pria diduga melakukan aksi tidak senonoh dengan bersembunyi di kolong peron stasiun.
Dalam rekaman tersebut, pria yang belum diketahui identitasnya itu diduga merekam secara diam-diam ke arah rok penumpang perempuan yang sedang naik dan turun dari kereta Commuter Line, khususnya di area gerbong khusus wanita.
Aksi pelaku kemudian dipergoki oleh salah satu penumpang. Namun saat hendak ditegur, pria tersebut justru melarikan diri dan menghilang ke bawah peron.
Menindaklanjuti video viral tersebut, pihak kepolisian langsung turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan.
Polisi telah memintai keterangan sejumlah saksi serta berkoordinasi dengan pihak PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).
Meskipun belum ada laporan resmi dari korban, kata Joko, pihaknya tetap melakukan pendalaman atas kasus tersebut.
“Hingga saat ini, belum ada korban yang datang untuk melapor,” ujarnya.
Baca Juga: Jejak Pelarian Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Pati Berakhir di Wonogiri, Muka Lesu Tangan Diborgol
Joko pun mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila mengalami atau mengetahui tindakan pelecehan agar pelaku dapat segera ditindak sesuai hukum yang berlaku.
Selain itu, pihaknya juga meminta PT KCI untuk menutup celah di area peron guna mencegah kejadian serupa terulang.
Sementara itu, PT KCI melalui pernyataannya menegaskan, tidak menoleransi segala bentuk pelecehan di lingkungan transportasi publik.
Pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan penumpang, khususnya perempuan.
"KAI Commuter berkomitmen bahwa seluruh petugas akan langsung merespon laporan-laporan yang mencurigakan dari pengguna untuk segera dilakukan tindakan penanganan lebih awal," kata Manager Public Relations KCI Leza Arlan sebagaimana dilansir Antara.
Berita Terkait
-
Jejak Pelarian Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Pati Berakhir di Wonogiri, Muka Lesu Tangan Diborgol
-
Usul Pindah Gerbong: Mengapa Pernyataan Menteri PPPA Memicu Amarah Publik?
-
Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!
-
KPAI Tekan Polisi Segera Tahan Tersangka Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes Pati
-
7 Fakta Kasus Pencabulan di Ponpes Pati, Korban Diduga Capai 50 Santriwati
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL
-
Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak
-
Kaesang Pangarep Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji, Targetkan Satu Kursi di Setiap Dapil
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat