Suara Denpasar - Ketua Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Bali, Hery Maega membeberkan kronologi pengahdangan aksi yang dilakukan oleh ormas reaksioner kepada pihaknya yang sedang melakukan aksi May Day di lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Senin (1/5/2023).
Kepada Suara Denpasar, Hery Maega mengatakan pihaknya ingin melakukan aksi damai dengan membawa sejumlah tuntutan, namun dihadang oleh ormas reaksioner dan juga pihak kepolisian.
"Aksi kami itu aksi damai, kami sudah mengirimkan surat pemberitahuan kepada pihak kepolisian 3 hari sebelumnya. Tapi aksi kami dibungkam dan dibubarkan secara paksa oleh ormas reaksioner dan juga polisi. Padahal di tempat kumpul yang sama (Parkir Timur Lapangan Renon) ada juga kelompok buruh yang ingin melakukan aksi juga tapi tidak dibubarkan," terangnya.
Berikut kronogi penghadangan aksi menurut Ketua Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Bali yang diterima Suara Denpasar melalui rilis.
Pada pukul 09.15 Wita, massa aksi tiba di titik kumpul yaitu Lapangan Timur Renon Denpasar (Di samping Pos Polisi). Disana sudah ada pihak kepolisian sekitar 50 orang dan intelijen 30 orang.
Pukul 9.20 Wita, pihak ormas PGN (Patriot Garda Nusantara) melakukan aksi tandingan dan menghadang aksi AMP Bali. Mereka melakukan pemukulan, pelemparan batu ke arah massa aksi.
Pukul 9.30 Wita ormas reaksioner yakni PGN yang mengklaim diri sebagai masyarakat adat Bali memberi instruksi agar segera massa aksi bubarkan diri dari titik kumpul.
Pukul 9.45 Wita, Polresta Denpasar mengeluarkan maklumat agar massa aksi segera bubarkan diri titik kumpul massa aksi.
Pukul 9.50 Wita kepolisian resta Denpasar mendorong, menendang massa aksi sampai tempat parkir di lapangan Timur Renon. Saat mendorong, Polisi menendang sambil merusakan spanduk, poster, sandal dan sepatu milik massa aksi.
Baca Juga: Perbandingan Nick Kuipers di Persib Era Robert Albert dengan Luis Milla, Bobotoh Pilih Mana?
Pukul 9.50 Wita, kawan-kawan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali tiba di lokasi kejadian dan melakukan lobi dengan pihak kepolisian agar kami diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi. Tetapi yang terjadi kawan-kawan LBH pun ikut dikepung bersama kami dan didorong ke belakang.
Pukul 10.40 Wita, massa aksi membacakan pernyataan sikap di Parkiran Timur Renon Denpasar dalam keadaan diisolasi oleh kepolisian dan ormas reaksioner yang jumlahnya jauh melebihi jumlah massa aksi.
Pukul 11.00 Wita massa aksi membubarkan diri dari lokasi.
Selanjutnya Hery Maega mengatakan aksi tersebut sebelumnya direncanakan akan berfikus di kantor Konsulat Amerika Serikat di Jalan Hayam Wuruk Renon Denpasar.
Hanya karena dihadang, akhirnya mereka hanya melakukan orasi dan membacakan pernyataan sikap di parkiran atau titik kumpul massa aksi tersebut.
"Sebenarnya aksi kami ini akan dilaksanakan di depan kantor Konsulat Amerika Serikat, hanya karena kami dibungkan dan direpresi jadinya kami terpaksa membacakan pernyataan sikap itu di parkiran," tutupnya. (Rizal/*)
Berita Terkait
-
Rumor Persebaya: Sosok Rp869,08 Juta Selangkah Lagi Merapat, Eks Bali United Tersisih?
-
May Day! Aliansi Bali Menggugat Desak Gubernur Koster Tindak Tegas Tenaga Kerja Asing
-
Aktor Tio Pakusadewo Ngaku Berhenti Pakai Narkoba setelah Ketemu Pelaku Bom Bali
-
Polda Bali Temukan Pelaku Wanita dalam Kasus Video Dewasa Kenakan Gelang Tridatu
-
Bukan PSIS, Berikut 5 Top Klub Liga 1 Poin Terbanyak dalam 5 Musim, Bali United, Persib dan Persija Berdampingan
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
Terkini
-
Minta Menkeu Usut Bea Cukai, Prabowo Tanya Bakamla: Kenapa Masih Ada Penyelundupan?
-
Mengapa Kurangi Konsumsi Produk Hewani Dapat Menekan Jejak Lingkungan Makanan?
-
Sempat Ragu, Kenapa Marc Marquez Yakin Bertahan di Ducati hingga 2028?
-
Apa Slogan HUT RI ke-81 Tahun 2026? Ini Tema Resmi dan Maknanya
-
Ahmad Dhani Punya Satu Harapan dari Pidato Prabowo: Tegakkan Pasal 33 UUD 1945
-
3 Contoh Teks Sambutan Ketua Panitia Malam Tirakatan 17 Agustus, Singkat dan Mudah Dihafalkan
-
Prabowo Singgung Pejabat TNI-Polri, Ada 1.000 Tambang Ilegal Masa Nggak Tahu?
-
Di Sidang Tahunan MPR, Sultan Najamudin Titip Satu Pesan untuk Prabowo
-
Pidato Prabowo! Harga Pangan Bergejolak, Cabai dan Ayam Naik
-
Kisah Kang Edai Jadikan Budaya Osing Sebagai Motor Ekonomi Desa Kemiren Banyuwangi