Suara Denpasar - Seorang warga negara Rusia di Bali bernama Kotukhov Arthem (L/30) merasa dirugikan oleh pihak Polda Bali karena namanya disebut sebagai orang yang membuat ormas di Bali untuk melakukan berbagai aksi premanisme.
Sebelumnya diberitakan, Polda Bali menyebutkan bahwa ada ormas yang dibuat oleh Kotukhov Arthem dan mempekerjakan WNA untuk tujuan aksi premanisme di Bali.
Hal tersebut disampaikan oleh Humas Polda Bali Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto pada, Kamis (4/5/2023).
Satake pun mengaku, Polda Bali telah bersurat kepada Dinas Tenaga Kerja dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnaker ESDM) Provinsi Bali pada tanggal 14 April 2023 mengenai hal tersebut.
Karena itu Arthem merasa dirugikan. Sebab menurutnya kalau dia terbukti sebagai otak untuk membangun organisasi kejahatan (organize crime) di Bali, harusnya dia dipanggil oleh pihak kepolisian untuk diperiksa. Bukan berkomentar di melalui media.
"Kan saya baca di internet, bahwa saya buat ormas untuk buat jahat di Bali, berarti saya mau tanya saya punya ormas apa, nama ormasnya apa. Mereka bilang saya jahat, saya ada SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) dari Indonesia karena gak pernah buat kriminal.
Kalau saya ada salah atau saya buat jahat, kenapa saya tidak dipanggil untuk diperiksa," ujar Arthem kepada Suara Denpasar, Minggu (7/5/2023).
Arthem mengaku selama ini dia bekerja di Walet Reaksi Cepat Lembaga Anti Narkotika (WRC-LAN) Bali membantu BNN dan Kepolisian mengungkap kasus narkoba di Bali.
Arthem mengatakan selama ini dia cukup aktif mengungkap peredaran narkoba di Bali sehingga ada oknum-oknum tertentu yang ingin menjebaknya. Dia merasa menyesal telah membantu pemerintah. Dia menyebut itu sebagai kesalahannya.
Baca Juga: Pelaku Video Panas Bergelang Tridatu Diamankan Polda Bali, Ternyata Ini Motifnya
"Saya pikir saya salah cuma satu, saya terlalu banyak bantu pemerintah, saya terlalu banyak bantu polisi dan sekarang saya dianggap jelak. Kenapa saya dianggap jelek karena kalau saya bantu polisi tangkap narkoba, orang-orang narkoba itu tidak suka sama saya," tandasnya. (*/Ana AP)
Berita Terkait
-
WNA Berulah di Bali, Pidato Megawati Menyentil Sistem yang Buruk?
-
Deportasi WNA Kalau Diberitakan Bisa Berdampak 'Negatif'
-
Waduh Ormas di Bali Gunakan WNA Asal Rusia
-
Viral! Di Tengah Kemacetan, Terjadi Adu Jotos Antara WNA dan Lokal di Bali, Ada Apa?
-
Sepasang WNA Tiongkok Ditemukan Tewas Berlumuran Darah di Jimbaran, Korban Bunuh Diri?
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Review Film Memory: Ketika Liam Neeson Melawan Waktu dan Dirinya Sendiri, Malam Ini di Trans TV
-
Menkes Budi Bongkar Jutaan Orang Kaya Nikmati Subsidi BPJS: Demi Keadilan Kita Hapus!
-
Kasus Siswa SMP Islamic Center Siak Tewas Akibat Ledakan Dipantau Pusat
-
Apakah Body Lotion Bisa Bikin Tumbuh Rambut? 5 Rekomendasi yang Ampuh Cerahkan Kulit
-
Jessica IskandarUnggah Ulang Konten Tangani Kesurupan, Ucapan 'Bismillah' Dihapus
-
Hasil Studi IHDC: 1 dari 5 Anak Jakarta Alami Gangguan Memori Akibat Anemia
-
Rekrutmen Nasional 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Resmi Dibuka, Ini Syaratnya
-
Fakta Menarik Rencana Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus Raksasa di Indonesia, Target 2028 Rampung
-
5 Rekomendasi Ban untuk Motor Listrik dengan Harga Terjangkau
-
Belajar dari Kasus Mahasiswa FH UI, Grup Chat WA Berisi Chat Mesum dan Dark Jokes Bisa Dipidana?