Suara Denpasar - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Badung menargetkan 1 fraksi yang artinya 4 kursi dari 45 kursi DPRD Badung.
4 kursi tersebut ditargetkan dari dapil Kecamatan Mengwi, Abiansemal, Kuta dan Kuta Selatan.
Optimisme itu karena kader-kader yang dicalonkan di dapil-dapil tersebut merupakan inkumben dan mantan caleg 2019.
"Dari 6 dapil (daerah pemilihan) di Kabupaten Badung ada penambahan kursi di mana pada tahun 2019 40 kursi menjadi 45 kursi di tahun 2024. Penambahan itu diharapkan partai NasDem Badung bisa merebut minimal 3 kursi dari dapil-dapil potensial yang kami punya karena sudah ada 1 kursi sebelumnya yang merupakan Inkumben dari dapil Abiansemal yaitu bapak I Gede Suardika. Sehingga target dari Nasdem Badung adalah 1 fraksi," terang Bendahara DPD NasDem Badung, Antonius I Made Restika, Jum'at (19/5/2023).
Antonius mengatakan, memang tidak mudah untuk mendapatkan target 1 fraksi tersebut, karena di Kabupaten Badung merupakan basis PDI Perjuangan. Ditambah ada sejumlah kader NasDem Kota Denpasar yang mundur jelang pemilu.
Kendati begitu pihaknya tetap optimis sebab NasDem Badung punya kans baik menuju 2024.
"Memang melihat situasi yang sekarang kita hadapi adanya bermacam-macam tsunami lokal di rekan-rekan kita di DPD NasDem Denpasar namun hal itu mudah-mudahan tidak berpengaruh di NasDem Badung, sementara waktu belum mempengaruhi," sambungnya.
Pada pemilu 2024, Antonius sendiri maju dari dapil 1 yaitu dapil Mengwi. Dia yakin akan memperoleh kursi di sana. Karena pada pemilu 2019 Antonius memang gagal, tapi dia mendapat 4000 suara.
4000 suara pada 2019 itu Antonius mengatakan sampai saat ini masih menjalin silaturahmi.
Baca Juga: Jadi Lumbung Suara, Partai NasDem Gelar Konsolidasi Wilayah Indonesia Timur di Bali
"Saya sendiri maju di dapil Mengwi dapil badung 1. Ini yang kedua kalinya tahun 2019 ikut juga namun gagal. Suara di Mengwi tahun 2019 kurang lebih 4000. Selama ini kita tepat menjaga konstituen kita itu.
Terutama di dapil Mengwi sampai sekarang tetap solid, tim kita sampai sekarang masih bergerak mudah-mudahan suara yang kita dapatkan di tahun 2019 bisa melampaui, karena di sana kita targetkan 5000 atau mudah-mudahan bisa lebih dari itu," tandasnya.
Berita Terkait
-
Ketut Wisna Tetap Maju Jadi Calon DPD RI Meski Sebagai Bendesa Adat
-
Fix Nyalon! Niluh Djelantik Janjikan Bangun SMK Gratis Jika Jadi Anggota DPD RI
-
Maju DPD RI, Gede Suardana Didukung Mantan Gubernur Bali Mangku Pastika?
-
Maju DPD RI Dari Bali, Gus Niam: Siap Jadi Representasi Masyarakat Bali
-
18 Orang Bakal Calon Bersaing Rebut 4 Kursi DPD Bali di 2024, Berikut Dukungan Minimal Masing-masing
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Sulis Jadi Simbol Perempuan Muslim Berdaya Fatayat NU
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena