Suara Denpasar – Konser Coldplay yang digadang-gadang berlangsung pada tanggal 15 November 2023 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) menuai pro dan kontra masyarakat Indonesia.
Salah satu penolakan datang dari seorang politikus, Buni Yani yang memberikan 3 alasan utama sehingga dia menuliskan keterangannya melalui laman twitter pibadinya perihal penolakan tersebut.
3 alasan itu mencakup tidak adanya manfaat yang didapatkan dari menonton konsernya, mengampanyekan LGBT dan musikalitas lagu-lagu dari Coldplay dianggap rendah.
"3 alasan menolak Coldplay: 1) Tak ada manfaat. 2) Mengkampanyekan LGBT yang diharamkan Islam. 3) Secara kualitas, musikalitas lagu-lagunya rendah. Meskipun personel grup ini kuliah di King's College University of London tapi itu tak menjamin mutu karya mereka," tulis Buni Yani melalui akun Twitternya @BuniYani.
Sementara menurut pemerintah, event-event seperti ini merupakan sebuah peluang bagi perkembangan sektor ekonomi kreatif yang ada di Indonesia.
Dalam sebuah kesempatan, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Angela Tanoesoedibjo atau lebih dikenal sebagai Angela memberikan paparannya terhadap penolakan yang santer ramai dibicarakan di kalangan publik. Menurut Angela, pihaknya akan membantu mempermudah acara-acara seperti konser musik.
“Kita melihat event adalah peluang. Presiden juga kemarin di awal tahun bicara, permudah izin event. Jadi kita bekerja dalam koridor itu, dan kita melihat selama event itu bermanfaat bagi masyarakat, akan terus kita dukung,” jelas Angela dilansir dari antaranews.com oleh Suara Denpasar, Sabtu (20/5/2023).
Meski tak semuanya, Buni Yani juga mendapatkan dukungan dari netizen lainnya atas penolakan gelaran konser Coldplay tersebut.
“Setuju .. musikalitas di bawah standard band kelas dunia,” balas @Blueskyimagi kepada @BuniYani.
Baca Juga: Ternyata Cuma Pakai Ini, Warganet Spill Trik Lebih Cepat Dapat Tiket Konser Coldplay
Sementara pihak dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) sendiri sudah mengingatkan promotor agar memastikan dan menjamin tak simbol, ucapan, dan tindakan apa pun yang mengkampanyekan kelompok LGBT dalam gelaran konser tersebut.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan
-
Tren Baru Cat Parents Biar Anabul Panjang Umur
-
Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah
-
Tak Cukup Satu Tersangka, Pengacara Minta Polres Sukabumi Kota Tahan BHW dan Buru Penerima Video
-
Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun
-
100 Tahun Naar de Republiek Indonesia: Menelanjangi Neokolonialisme 2026, Republik untuk Siapa?
-
Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar
-
Diskusi Dengan Ombudsman RI, Imigrasi Sumut Kedepankan Semangat 'Imigrasi untuk Rakyat'
-
Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM
-
Ramai-ramai Berburu Anggaran di Senayan, Efisiensi Prabowo Cuma Omon-omon?