Suara Denpasar – Legenda AC Milan Ricardo Kaka telah tiba di Jakarta untuk mengadakan kunjungan sebagai global brand ambassador produsen ponsel Oppo sekaligus menyapa para penggematnya.
Belakangan ini, Indonesia memang kerap didatangi oleh para mantan sepak bola.
Bahkan, sebelum Kaka, Erick Thohir beberapa hari lalu juga mendatangkan lima mantan bintang di Eropa seperti Roberto Carlos, Juan Sebastian Veron, Marco Materazzi, Eric Abidal, dan Giorgos Karagouis untuk mengisi acara pelatihan skuad garuda muda.
Sementara itu, Kakak yang tiba di tanah air juga dua kali menghadiri acara yang diadakan pihak pengundang di Plaza Indonesia, Jakarta, yakni di sesi makan siang dan makan malam pada Sabtu (3/6/2023).
Pada sesi siang, Kaka sempat bertemu dengan para penggemarnya, mulai dari sejumlah pemain Persija Jakarta, hingga artis tanah air lainnya. Sedangkan sesi malam, ia didampingi Menpora Dito Ariotedjo.
Menpora Dito juga memberikan sambutan hangat atas kedatangan Kaka ke Indonesia.
“Selamat datang, Kaka. Indonesia merasa terhormat didatangi salah satu pemain terbaik di dunia,” kata Menpora Dito saat memberi sambutan, dilansir dari Antara, Minggu (4/6/2023).
Selepas itu, Menpora Dito pun mengajak Kaka untuk menikmati hidangan makan malam bersama artis tanah air Gading Marten dan pelawak tunggal Marshel Widianto.
Setelah menikmati sesi makan malam dan jumpa penggemar, Kaka pun turut mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan kepadanya.
Baca Juga: Blak-blakan! Ernando Ari Ngaku Ingin Gabung Persib atau Persija, Gimana Kontrak di Persebaya?
“Terima kasih Indonesia atas sambutan hebat ini. Sore yang sangat indah,” tutur Kaka dalam bahasa Inggris yang cukup fasih.
Sebagai informasi, Ricardo Kak tercatat pernah bermain untuk 4 klub elit, yakni Sao Paulo, AC Milan, Real Madrid, dan Orlando City.
Masa keemasannya sendiri berlangsung pada 2009 saat dirinya mulai berseragam Milan. Bersama Rossanoeri, ia sukses membawa klub itu memenangi gelar Liga Italia, Piala Super Italia, Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia antar Klub.
Namanya muga harum saat berlaga bersama Timnas Brasil, lantaran ia membantu menjuarai Piala Dunia 2002 serta terlibat dalam raihan Piala Konferedasi 2005 dan 2009. (*)
Berita Terkait
-
Pernah Dibidik Persija Jakarta, Song Ui-Young Resmi Gabung Persebaya
-
Dulu Akrab, Hubungan Anies Baswedan-Sandiaga Uno Kini Begini...
-
Waduh! Kampanye LGBT Digelar di Jakarta? Bendera Pelangi Berkibar Hingga Oknum Wanita Berhijab Terlibat
-
Persija Jakarta Bakal Lepas 3 Pemain Asing, Pemain Liga Swiss Siap Gantikan?
-
Pelatih Persija Jakarta Thomas Doll Blak-Blakan Soal Pemain Baru, Bek Rp6,08 Miliar Siap Merapat?
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen