"Kesadaran terhadap pariwisata berkelanjutan dan penghormatan terhadap budaya dan lingkungan lokal harus menjadi bagian integral dari strategi pariwisata," aku Founder Malleum Iustitiae Institute itu.
Dia mengatakan ada 3 solusi alternatif yang bisa dikaji sebagai pertimbangan agar mencapai keseimbangan yang lebih luas dalam kebijakan larangan pendakian gunung, diantaranya;
1. Memberikan Pendidikan bagi Wisatawan: Pemerintah Bali sebaiknya
menggodok program pendidikan yang melibatkan wisatawan tentang adat
istiadat dan norma lokal, dengan penekanan pada pentingnya menghormati tempat-tempat suci pada saat dalam perjalanan ke tempat Wisata dibantu oleh para pelaku pariwisata.
Tujuanya adalah meningkatkan pemahaman wisatawan, Tentunya hal ini akan memastikan bahwa mereka meresponsnya dengan menjaga lingkungan dan budaya dengan menumbuhkan sense of belonging bagi para wisatawan.
2. Menyiapkan Model Pengembangan Pariwisata Alternatif: Sebaiknya pemerintah sudah mempersiapkan pengembangan pariwisata alternatif yang tidak melibatkan pendakian gunung, tetapi tetap mempromosikan keindahan alam dan budaya Bali lainnya agar sirkulasi pariwisata Bali tetap berlanjut.
Misalnya, pengembangan pariwisata hutan, ekowisata, atau wisata budaya ke desa desa yang melibatkan kegiatan yang sesuai dengan kearifan lokal yang ada.
3. Menerapkan Program Sertifikasi Wisatawan Bertanggung Jawab: Dengan membuat program sertifikasi bagi wisatawan yang menunjukkan pemahaman dan komitmen terhadap prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan dan penghormatan terhadap budaya lokal.
Program ini dapat menjadi cara efektif untuk mengedukasi wisatawan tentang tanggung jawab mereka dan mempromosikan perilaku yang bertanggung jawab saat melakukan perjalanan dan tentunya memberikan pengawasan hukum yang kuat, kontrol yang mudah dan saling memberdayakan penjagaan di antara para wisatawan itu sendiri.
"Secara keseluruhan, larangan pendakian gunung di Bali dalam konteks hukum dan pariwisata menggambarkan upaya untuk mencapai keseimbangan antara melindungi lingkungan dan budaya yang berharga dengan memperhatikan keberlanjutan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Baca Juga: Imigrasi Ngurah Rai Bali Deportasi WNA Asal Kanada yang Buat Keributan di Seminyak
Dalam konteks ini, pemerintah dan pemangku kepentingan terkait perlu bekerja sama untuk mengembangkan kebijakan dan strategi yang holistik dan berkelanjutan, sehingga pariwisata di Bali dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pihak yang terlibat," pesan Efatha. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Piala Dunia 2026 dan Comeback Turki yang Menodai Sejarah Keikutsertaan Terakhir Mereka
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
-
Apa Itu Projection dalam Parfum? 3 Merek Lokal Ini Aromanya Tercium hingga 2 Meter
-
Lawan Stroke dengan Karya, Anggia Novita Debut Jadi Produser OST Film Juminten Edan
-
Kapan Puasa Tasua dan Asyura 2026? Ini Tanggal, Bacaan Niat, dan Keutamaannya
-
Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas
-
HP Vivo Y500 Resmi di Pasar Global: Baterai 8.100 mAh dan Layar AMOLED 1,5K
-
Gara-Gara Tutup Mulut, Almiron Jadi Korban Pertama Aturan Baru Piala Dunia
-
Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z
-
Obesitas Berisiko Alami Penyakit Ginjal pada Anak, Pola Makan Jadi Sorotan