Suara Denpasar - Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Bali membuat inovasi baru dengan membuat Do and Don't versi digital. Setiap wisatawan mancanegara yang masuk ke Bali diwajibkan melakukan scan barcode Do and Don't yang ditempel disejumlah titik di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.
"Do and Dont dalam bentuk barcode kini di dihadirkan di setiap stand bandara. Setiap wisatawan yang masuk Bali diwajibkan untuk melakukan scan barkode Do and Don't," ungkap Sugito, Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, melalui keterangan tertulis, Rabu (21/6/2023).
Disebut inovasi lantaran sebelumnya dicetak dalam bentuk flyer atau pamflet yang diselipkan ke dalam paspor wisatawan.
Do and Don't versi digital itu dijelaskan agar mempermudah wisatawan mempelajari apa saja yang boleh dan tidak boleh selama berliburan di Bali. Ketika discan semua ketentuan boleh dan tidak boleh akan muncul di handphone wisatawan.
Kadiv Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Bali, Barron Ichsan menjelaskan barcode Do and Don't saat ini dibuat dalam 3 bahasa yaitu bahasa Mandarin, India Dan inggris.
"Kami buat barcode Do and Don't dalam tiga bahasa, Mandarin, India dan inggris itu berdasarkan banyaknya kunjungan dari negara tersebut. Kalau bahasa inggris merupakan bahasa internasional yang banyak di gunakan para wisatawan asing," jelas Barron Ichsan.
Barron Ichsan mengatakan barcode Do and Don't itu untuk mempermudah akses wisatawan mengetahui aturan selama berliburan di Bali. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir adanya WNA yang berlaku tidak terpuji selama di Bali.
"Do and Don't barcode ini merupakan murni inovasi Kanwil Kumham melalui divisi keimigrasian supaya lebih mudah diakses oleh WNA. Kita melakukan sosialisasi kepada seluruh wisatawan yang masuk ke Bali dengan harapan pariwisata Bali yang berkualitas dan bermartabat bisa terwujud," tandasnya. (*/Dinda)
Baca Juga: Orientasi Bacaleg NasDem se-Bali Julie Laiskodat Serukan Bersatu Berjuang Menang
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian