- Kepala OIKN Basuki Hadimuljono merencanakan perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-80 pada 17 Agustus mendatang di IKN secara bersahaja.
- Pihak OIKN hingga kini masih menunggu instruksi resmi Istana terkait kehadiran Presiden Prabowo Subianto pada upacara tersebut.
- OIKN berencana melibatkan unsur lokal serta siswa SMA Taruna Nusantara di Kalimantan untuk mendukung kelancaran rangkaian upacara.
Suara.com - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, mengungkapkan gambaran awal mengenai persiapan upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI yang akan dilaksanakan di IKN pada 17 Agustus mendatang.
Basuki menyebut bahwa konsep perayaan tahun ini direncanakan berlangsung secara bersahaja.
"Kami baru mau rapat itu, tapi kami hanya pengen sederhana saja," ujar Basuki di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Terkait kepastian apakah Presiden Prabowo Subianto akan memimpin langsung upacara di ibu kota baru tersebut, Basuki menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada instruksi resmi dari pihak Istana.
Ia menyatakan pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut mengenai kehadiran Kepala Negara.
"Belum, belum, belum. Belum ada arahan ya," tegasnya saat ditanya mengenai agenda Presiden di IKN pada Agustus mendatang.
Kendati begitu, Basuki menjelaskan, bahwa OIKN mulai memikirkan skema pelibatan unsur lokal untuk menyemarakkan upacara tersebut.
Selain kemungkinan melibatkan Pemerintah Daerah (Pemda) di Kalimantan seperti tahun-tahun sebelumnya, Basuki berencana melakukan optimalisasi dengan menggandeng institusi pendidikan di wilayah tersebut.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah pelibatan siswa dari SMA Taruna Nusantara.
Baca Juga: Kantor Wapres Beres Akhir Tahun Ini, Gibran Sudah Bisa Ngantor di IKN Mulai 2026
Menurutnya, keberadaan sekolah tersebut di Kalimantan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kelancaran upacara.
"Mungkin ya (melibatkan Pemda), tapi lagi kami pikirkan karena kebetulan di sana ada SMA Taruna Nusantara kan, kami juga ingin melibatkan mereka jadi optimalisasi," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Pelemahan Rupiah Belum Berdampak pada Proyek IKN, Basuki: Kontraktor Belum Mengeluh
-
Kejar Tayang IKN 2028, Basuki Minta Tambahan Anggaran Rp15,5 Triliun ke DPR
-
Istana Wapres IKN Rampung 100 Persen: Kemegahan Rp1,4 Triliun Berkonsep 'Huma Betang Umai'
-
Ngeri! 4.000 Hektare Hutan IKN Rusak 'Dimakan' Tambang Liar, Basuki Tak Tinggal Diam
-
Kantor Wapres Beres Akhir Tahun Ini, Gibran Sudah Bisa Ngantor di IKN Mulai 2026
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Respons Sinyal DPR Bahas Revisi UU Pemilu, Tito: Apapun Skenarionya Kami Siap
-
Kepala Daerah Sering Kena OTT, Mendagri Tito Usul 'Bonus' dari PAD: Biar Tak Korupsi?
-
Pelemahan Rupiah Belum Berdampak pada Proyek IKN, Basuki: Kontraktor Belum Mengeluh
-
Anggaran Diduga Disunat Rp1,4 M Per Unit, GMNI Laporkan Dugaan Korupsi KDMP ke Kejagung
-
Wamendagri Wiyagus: PAKU Integritas Tak Hanya Soal Urusan Hukum, Melainkan Juga Pelayanan Publik
-
Legislator PDIP Kecewa Pertamax Naik Diam-diam: Tanpa Sosialisasi, Tanpa Penjelasan
-
Klaim Bawa Kabar Gembira ke Istana, Kepala BGN Mau Lapor Efisiensi Anggaran ke Prabowo
-
Iuran BPJS Gak Jadi Naik, Pemerintah Guyur Rp20 Triliun Demi Tambal Defisit
-
Tak Harus Jadi Peneliti: Bagaimana Citizen Science Ajak Warga Dokumentasikan Keanekaragaman Hayati?
-
Kejar Tayang IKN 2028, Basuki Minta Tambahan Anggaran Rp15,5 Triliun ke DPR