Suara Denpasar - Banyaknya warga negara asing (WNA) berulah di Bali, membuat pemerintah Indonesia berpikir keras menangani persoalan turis nakal tersebut.
Tercatat dari bulan Januari-Juni 2023 keimigrasian Bali telah mendeportasi hampir mendekati angkat 150 orang. Jumlah itu terbilang tinggi dalam sejarah deportasi di Bali.
Untuk meredam ulah para turis nakal tersebut, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakan dengan memberhentikan bebas visa untuk 159 negara.
Kendati bebas visa sudah disetop, Kunjungan wisatawan asing ke Bali semakin meningkat. Rata-rata perhari mendekati 16 ribu kunjungan wisatawan mancanegara.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun. Tjok Bagus mengatakan pemberhentian bebas visa itu tidak berpengaruh kepada kunjungan wisatawan ke Bali. Justru semakin meningkat katanya.
"Pemberhentian bebas visa itu merupakan salah satu upaya kita untuk meningkatkan kualitas pariwisata di Bali," ujar Tjok Bagus kepada Suara Denpasar, Kamis (22/6/2023).
Tjok Bagus mengatakan pemberhentian bebas visa kepada 159 negara ini sama sekali tidak mempengaruhi jumlah kunjungan di Bali.
"Justru meningkat terus. Puncaknya ada sampai 16 ribu kunjungan perhari, artinya pemberhentian bebas visa itu tidak berpengaruh pada kunjungan wisatawan ke Bali," sambung dia.
Selain itu pemberhentian bebas visa, Tjok Bagus menjelaskan saat ini Pemerintah Provinsi Bali sedang fokus pada pariwisata Bali agar berkualitas, bermartabat dan berbasis budaya.
Baca Juga: Imigrasi Ngurah Rai Bali Deportasi WNA Asal Kanada yang Buat Keributan di Seminyak
Untuk itu telah dikeluarkan buku panduan Do and Don't yang mengatur tentang kewajiban dan larangan ketika wisman berada di Bali.
"Kan kita juga sudah mengeluarkan buku Do and Don't itu sejak tanggal 31 Mei lalu, semua itu kan kita mau agar pariwisata di Bali ini berkualitas," tutup Tjok Bagus. (*/Ana AP)
Berita Terkait
-
Tidak Hanya Warga Lokal Bali, WNA Juga Ikut Selfie Bareng Ganjar Pranowo
-
Nyewa Angkot Di Bali Tanpa Izin Mengemudi, WNA Asal AS Dideportasi
-
Imigrasi Ngurah Rai Bali Deportasi WNA Asal Kanada yang Buat Keributan di Seminyak
-
Bupati Giri Prasta Tegaskan WNA Wajib Tunduk Pada Regulasi NKRI, Gubernur Wayan Koster Keluarkan Edaran Begini
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Timnas Brasil: Ambisi Selecao Mengakhiri Puasa Gelar Kejayaan Joga Bonito di Piala Dunia 2026
-
3 Bulan Pertama 2026 Ekonomi RI Terkontraksi 0,77 Persen, Sektor Energi Menjerit
-
Nilai Tukar Rupiah Diramal Bisa Terus Melemah Hingga ke Level Rp 17.550/USD
-
Menyemai Adat di Muaro Jambi, Rahasia Ulur Antar Serah Menuang Lembago
-
Tebar Ancaman ke Persib, Shayne Pattynama Pede Persija Berjaya di GBK
-
Apakah Wabah Hantavirus Ada di Indonesia? Viral Tewaskan 3 Penumpang Kapal Pesiar
-
Rumahnya Terendam Banjir, Katon Bagaskara Ngadu ke Gubernur Jakarta: Tolong Pak Pram
-
UEA Diserang Rudal dan Drone, Negara Arab dan Eropa Ramai-ramai Hakimi Iran
-
Apa Saja Kegunaan Sertifikat Mualaf? Heboh Punya Richard Lee Dicabut
-
Rupiah Tembus Rp17.437, Bank Indonesia : Semua Mata Uang Negara Berkembang Melemah