Suara Denpasar – Persija Jakarta menjadi tim yang hingga saat kuota pemain asing mereka tak kunjung komplit.
Sejauh ini Persija baru memiliki tiga pemain asing yakni Ondrej Kudela (Republik Ceko), Marko Simic (Kroasia), dan Ryo Matsumura (Jepang).
Artinya masih tersisa tiga slot pemain asing yang masih dimiliki Persija sesuai dengan regulasi pemain asing musim depan yakni 5+1.
Kondisi tersebut membuat banyak fans Persija atau Jakmania merasa was-was dengan kekuatan tim mengingat kick off kompetisi Liga 1 2023-2024 tinggal menghitung hari pada 1 Juli 2023 mendatang.
Melihat keraguan banyak pihak terhadap kekuatan tim berjuluk Macan Kemayoran musim depan.
Wakil Presiden Persija Jakarta, Ganesha Putera angkat bicara dan menyebut perekutan pemain asing bukan adu kecepatan.
Ia meminta para fans Persija untuk bersabar lantaran proses yang detail sebelum mengenalkan pemain asing.
“Tentunya kan ini semua proses ya. Kita kan kompetisinya bukan dulu-duluan tapi kompetisinya bagaimana menjadi yang terbaik nanti tanggal 26 Mei 2024,” ujar Ganesha dikutip Suara Denpasar dari laman Suara.com, Selasa (27/6/2023).
Lebih lanjut, Ganesha menjelaskan perekrutan pemain asing memang menjadi pekerjaa rumah yang tidak mudah bagi Persija dengan keterlambatan bergabungnya pemain asing bidikan.
Pihak mengungkapkan salah satu yang menjadi permasalahan dalam perekrutan pemain adalah perihal masalah adapatasi cuaca.
Pihaknya berkaca dari kasus Hanno Behrens musim lalu yang tak banyak memberi kontribusi bagi tim karena gagal beradaptasi dengan cuaca yang ada di Indonesia sehingga membuatnya banyak menepi dari tim.
“Masalah adaptasi itu juga menjadi salah satu yang dipertimbangkan. Artinya sejauh mana pemain ini punya personality dan punya karakter,” jelasnya.
“Sehingga dia (pemain asing) bisa cepat beradaptasi karena mereka punya satu kompetensi kecepatan beradaptasi dengan baik. Itu yang menjadi salah satu pertimbangan yang juga sudah dihitung ketika kita mau ambil pemain,” tutup Ganesha. (*/Ana AP)
Berita Terkait
-
Thomas Doll Tanggapi Insiden Mati Lampu Saat Duel Persija vs Ratchaburi FC di Candrabhaga
-
Baru 30 Menit, Pertandingan Persija Jakarta Vs Ratchaburi FC Dihentikan, Jakmania: Malu-Maluin!
-
Ditunggu Thomas Doll, Pemain Asing Rp4,35 Miliar Umbar Kode ke Indonesia, Persija Jakarta Siap Resmikan?
-
Dipinjamkan Persija ke Persikabo 1973, Frengky Missa Ternyata Pernah Alami Hal Pahit di Laskar Padjajaran Junior
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Sayap Kecil yang Menantang Badai