/
Sabtu, 08 Juli 2023 | 13:00 WIB
Wakil Gubernur Bali, Cok Ace (Suara Denpasar/ Rovin Bou)

Suara Denpasar - Pasca batalnya ANOC World Beach Games (AWBG) 2023 di Bali pihak terkait terkesan cuci tangan atau tidak ingin menjadi yang bertanggungjawab atas batalnya ajang multi olahraga itu.

Panitia lokal dalam hal ini Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengaku terpaksa mencabut komitmen menjadi panitia lantaran kekurangan anggaran.  

Sementara pemerintah pusat yakni Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) mengaku pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp446 miliar. 

Di tengah tumpangtindih dan saling lempar tanggungjawab itu muncul banyak anggapan yang menuding Pemerintah Provinsi Bali sebagai biangkerok. Pasalnya Gubernur Bali Wayan Koster pernah menolak Piala Dunia U-20 di Bali. 

Tak ingin dijadikan kambing hitam, Gubernur Bali, Wayan Koster mengeluarkan pernyataan bahwa Bali hanya ditunjuk sebagai tempat pelaksanaan tidak.

"Bali hanya diminta menjadi tempat pelaksanaan Wolrd Beach Games pada tanggal 5-12 Agustus 2023 dan Pemerintah Provinsi Bali siap menjadi tempat pelaksanaan WBG 2023," ujar Koster melalui keterangan tertulis, pada Kamis (6/7/2023).

Hal itu pun kembali dipertegas oleh Wakil Gubernur Bali, Cok Ace. Dia mengatakan Pemerintah Bali mendukung penuh kegiatan itu. Sehingga sangat disayangkan karena telah dibatalkan.

"Tentu di luar itu, masalah finansial, masalah perizinan adalah kewenangan pusat," tegas Cok Ace di Badung, Jumat (8/7/2023). 

Karena itu kata Cok Ace, pihaknya sangat menyayangkan pembatalan World Beach Games itu.

Baca Juga: Gubernur Bali Wayan Koster Bantah Bali Mundur Jadi Tuan Rumah AWBG 2023

"Kita cuma sedikit menyayangkan kenapa keputusannya baru sekarang," tandasnya. (*/Ana AP)

Load More