Suara Denpasar - Ketua Umum PSSI Erick Thohir buka suara atas aksi rasisme yang diterima tiga pemain PSM Makassar pasca menghadapi Persija Jakarta (3/7).
Diketahui tiga pemain Juku Eja, julukan PSM, yang mendapat ujaran rasis dari netizen di media sosial adalah Yuran Fernandes, Yance Sayuri, dan Erwin Gutawa.
Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) pun telah mengambil sikap atas hal ini. APPI siap memberikan pendampingan hukum untuk ketiganya yang berkeinginan untuk melanjutkannya ke ranah hukum.
Bahkan APPI meminta agar Liga 1 2023/2024 dihentikan sementara setelah adanya aksi rasisme ini. Hal ini pun telah direspon oleh Erick Thohir.
Ketua Umum PSSI periode 2023-2027 ini mengaku setuju dengan saran APPI untuk menghentikan kompetisi Liga 1 sementara waktu.
“Ya setuju. Kemarin saya sudah bilang, saya sangat kecewa,” ungkapnya, dikutip Suara Denpasar dari ANTARA, Sabtu (8/7/2023).
Ia berharap setelah adanya jambore suporter di berbagai tempat, semua suporter harus punya perspektif yang sama soal rasisme. Ia mengatakan ke depannya, hal semacam ini akan ditindak.
“Ke depannya akan kita tindak. Karena sangat sedih ketika kita bangga sebagai negara Pancasila, NKRI, kulitnya ada yang putih ada yang hitam, rambutnya ada yang keriting ada yang lurus. Sukunya macam-macam lalu terjebak hal seperti ini, sangat-sangat menyedihkan,” ungkapnya.
Erick Thohir menyebut aksi rasisme harus ditindak untuk menciptakan efek jera bagi pelakunya.
Baca Juga: Cek Fakta: Resmi! Persib Bandung Kedatangan Amunisi Asing Baru di Pekan Kedua Liga 1 Hadapi Arema FC
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
KPK Periksa Stafsus Menhut Raja Juli, Dalami Dugaan Suap Bupati Kuansing
-
Ketua KONI Tersangka Korupsi Dana Hibah PON Aceh-Sumatera Utara Langsung Ditahan
-
Kredit Mobil Brio: Berapa Gaji Minimal yang Aman? Begini Simulasinya
-
Jangan Ukur Keberhasilan Politik dari Banyaknya Rapat dan Sorotan Kamera
-
Karhutla Kalimantan Makin Parah, Airlangga: Kegiatan Ekonomi Terganggu
-
9 Rekomendasi Skin Tint Ringan untuk Tampilan Segar dan Anti Dempul
-
KPK Bongkar Dugaan Rasuah di Pemkab Bogor, Upah Pungut hingga Pengadaan Barang Disorot
-
Krisis Air Bersih Meluas di Makassar, Ini Kecamatan Terdampak dan Cara Lapor
-
Sudah Disambut Baik, Pramono Anung Izinkan Warga Pati Demo di Jakarta: Itu Dijamin Demokrasi!
-
Terseret Kasus Suap Penerimaan Mahasiswa Baru, Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Ditangkap KPK