- Koordinator GPCI melaporkan adanya kekerasan fisik dan perlakuan tidak manusiawi terhadap delegasi aktivis kemanusiaan selama penahanan di Israel.
- Bentuk kekerasan meliputi pemukulan, penggunaan alat kejut listrik, peluru karet, hingga penghinaan yang menyebabkan luka serius pada para korban.
- Tim hukum Adalah menyatakan bahwa intersepsi kapal dan penahanan sewenang-wenang tersebut merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Suara.com - Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) Harfin Naqsyabandy mengungkap dugaan berbagai tindakan kekerasan yang dialami para delegasi Global Sumud Flotilla (GSF) dan Freedom Flotilla Coalition (FFC) selama menjalani penahanan di Israel.
Harfin mengatakan informasi tersebut diperoleh dari kesaksian para delegasi serta pemantauan yang dilakukan tim hukum Adalah terhadap kondisi para aktivis kemanusiaan tersebut.
“Para delegasi melaporkan mengalami berbagai tindakan kekerasan dan perlakuan tidak manusiawi selama penahanan,” kata Harfin dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).
Menurut dia, bentuk kekerasan yang dilaporkan beragam, mulai dari pemukulan hingga penggunaan alat kejut listrik dan peluru karet.
“Beberapa korban mengalami luka serius dan harus mendapatkan perawatan medis,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain kekerasan fisik, para delegasi juga disebut mengalami penghinaan, pelecehan, hingga dipaksa berada dalam posisi yang menyakitkan selama masa penahanan.
Harfin menambahkan, tim hukum Adalah menilai tindakan aparat Israel terhadap para aktivis kemanusiaan tersebut bertentangan dengan hukum internasional karena melibatkan intersepsi kapal di perairan internasional hingga penahanan terhadap warga sipil.
“Seluruh operasi intersepsi kapal di perairan internasional, penculikan sipil, penahanan sewenang-wenang, hingga tindakan kekerasan terhadap aktivis kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional,” kata dia.
Sebelumnya, seluruh delegasi GPCI dan FFC dilaporkan telah dibebaskan dari penjara Israel, termasuk tujuh warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan.
Baca Juga: Puan Maharani Minta Prabowo Gunakan Semua Celah Diplomasi untuk Bebaskan 9 WNI yang Ditahan Israel
Saat ini para delegasi tengah menjalani proses deportasi dan pemulangan melalui Bandara Ramon/Eilat menuju Istanbul, Turki.
Berita Terkait
-
Puan Maharani Minta Prabowo Gunakan Semua Celah Diplomasi untuk Bebaskan 9 WNI yang Ditahan Israel
-
Delegasi Global Sumud Flotilla Dibebaskan dari Penjara Israel, Kini Dipulangkan ke Turki
-
Kata-kata Pemerintah Indonesia Tahu Aktivis Global Sumud Flotilla Disiksa Israel
-
Bagaimana Cara Daftar Global Sumud Flotilla untuk Misi Kemanusiaan Gaza?
-
Israel Siksa Aktivis Global Sumud Flotilla, Distrum Hingga Tulang Rusuk Patah dan Sulit Nafas
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Prabowo Bakal Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB, Seluruh Pimpinan Parpol Diundang!
-
Di Depan Komisi X DPR, Mahasiswa UI Sebut Pemilihan Rektor Kini Disetir Menteri
-
Klaim Bakal Diikuti 1 Juta Massa, Mitra MBG akan Demo di Patung Kuda, Ini 4 Tuntutannya
-
KPK Pantau Pemulihan Gus Yaqut, Hasil Medis Besok Jadi Kunci Kelanjutan Kasus Haji
-
Gus Ipul Minta Kepala Sekolah Rakyat Utamakan Empati, Integritas, dan Anti-Bullying
-
KY Siap Usut Dugaan Pelanggaran Etik 4 Hakim yang Vonis Nadiem Makarim 10 Tahun Penjara
-
92 WN Tiongkok Pelaku Penipuan Investasi Dideportasi, Dicekal Masuk Indonesia Seumur Hidup
-
Bahas Isu Global Bersama PM Singapura, Prabowo Tegaskan ASEAN Utamakan Diplomasi
-
Calon Manajer Kopdes Berhak Tolak Latsarmil, Tak Boleh Didiskualifikasi
-
Bongkar Penembak Ibu Hamil di Papua, Yusril Beri 'Lampu Hijau' Komnas HAM Lakukan Investigasi