Suara Denpasar - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan atau PDIP, Hasto Kristiyanto ikut bersuara terkait pembatalan penggunaan Stadion Chandrabhaga di Bekasi untuk acara senam bareng bakal capres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan.
Sebagaimana yang telah diberitakan, acara bertajuk 'Senam Bareng Rakyat' yang bakal dihadiri Anies Baswedan beserta para petinggi PKS itu tiba-tiba saja dibatalkan sepihak oleh Pemerintah Kota Bekasi.
Menanggapi kepelikan yang sedang dihadapi bakal capres lawannya itu, PDIP yang diwakili Hasto menyebut pembatalan penggunaan stadion di Bekasi itu harus dilihat secara detail terkait kelengkapan prosedur administrasinya.
Ia pun mengatakan hal itu karena berkaca pada saat HUT ke-50 PDIP yang berbentrokan dengan jadwal Piala Dunia U-20 yang kala itu sama-sama akan menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno sebelum kemudian dibatalkan FIFA.
Namun, dari situ, Hasto mengatakan pihaknya memahami kondisi tersebut dan langsung memindahkannya ke tempat lain.
"Ya, kalau dari pengalaman PDIP sendiri ketika menyelenggarakan acara itu memang harus dilengkapi dengan seluruh syarat-syarat administratif," kata Hasto, dikutip dari Antaranews, Minggu (30/7/2023).
Saat disinggung awak media terkait perizinan PKS yang sudah disetujui pihak panitia Stadion, Hasto malah berdalih bahwa tidak ada arahan dari DPP PDIP untuk meminta agar acara tersebut dibatalkan.
Dia justru menyebutkan bahwa seluruh perizinan ada di tangan pemerintah daerah, bukan adanya campur tangan dari pihaknya.
"Tidak ada suatu upaya pengahadangan karena sejak pertama kali PDIP ini ada, kami mengalami pengalaman buruk bagaimana penghadangan-penghadangan secara politik itu," tegasnya.
Di sisi lain, PKS kini berencana menempuh jalur hukum usai izin penggunaan Stadion Patriot Candrabhaga dibatalkan Pemkot Bekasi lantaran mereka merasa dirugikan karena pembatalan dilakukan secara tiba-tiba. (*)
Berita Terkait
-
Deklarasi Berdua? Ganjar Pranowo Gandeng Mesra Anies Baswedan
-
Cek Fakta: Anies Baswedan Buang AHY, Demokrat Dipermalukan di Depan Media?
-
CEK FAKTA: Sandiaga Uno Menolak Berdamai, Akan Seret Anies Baswedan ke Pengadilan Perkara Hutang Rp50 Miliar?
-
Kode? Mahfud MD Komentari Fotonya Bareng Ganjar Pranowo: Waktu Itu Akan Tiba Juga
-
Rakyat Serukan 2024 tanpa PDIP Usai Cinta Mega Diduga Main Judi Slot saat Rapat Paripurna DPRD
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Sayap Kecil yang Menantang Badai
-
Siapkan Alat Berat, Kementerian PU Bantu Tangani Jalan Provinsi di Gayo Lues
-
Anggota DPRD DKI beberkan kondisi memprihatinkan Flyover Pesing
-
Sekolah Rakyat Tuban Tunjukkan Dampak Positif, Sekolah Permanen Disiapkan
-
Profil Amanda Lucson Finalis Puteri Indonesia 2026, Benarkah Usianya Terlalu Muda?