/
Jum'at, 04 Agustus 2023 | 13:41 WIB
Ilustrasi Perbandingan Harta Kekayaan Pejabat Kemenhub: Budi Karya Sumadi Vs Pejabat Eselon I Lainnya (Suara Denpasar)

Suara Denpasar - Di tengah perbincangan tentang transparansi dan akuntabilitas pejabat negara. Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) menjadi sorotan penting.

Salah satu lembaga yang juga memiliki daftar LHKPN adalah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Indonesia.

Berikut data LHKPN dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dibandingkan dengan beberapa pejabat eselon I lainnya di lingkungan Kemenhub.

Menurut LHKPN per 31 Desember 2021, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memiliki total harta kekayaan senilai Rp 41,28 miliar.

Jumlah tersebut menjadikannya pejabat Kemenhub dengan kekayaan tertinggi di antara eselon I lainnya.

Perlu dicatat bahwa terdapat penurunan kekayaan sebesar Rp 1,68 miliar dibandingkan dengan total kekayaannya pada tahun 2020 sebesar Rp 42,96 miliar.

Meskipun demikian, harta kekayaan Budi Karya naik dari posisi Rp 39,46 miliar pada awal masa jabatannya pada 2016.

Harta kekayaan Budi Karya terdiri dari aset tanah dan bangunan senilai Rp 20,81 miliar, dengan mayoritas berada di wilayah Tangerang Selatan dan sisanya tersebar di Tangerang, Sukoharjo, serta Kota Bogor.

Selain itu, Budi Karya juga memiliki 3 unit mobil dengan total nilai Rp 627,25 juta dan harta bergerak lain senilai Rp 705 juta.

Baca Juga: Atta Halilintar Klarifikasi, Eks Supir Ternyata Pernah Bahayakan Nyawa Aurel Hermansyah yang Sedang Hamil?

Surat berharga yang dimiliki mencapai Rp 4,49 miliar, dan kas serta setara kas sebesar Rp 14,68 miliar. Meskipun memiliki harta kekayaan yang signifikan, Budi Karya hanya memiliki utang sebesar Rp 1.

Selanjutnya, mari kita bandingkan harta kekayaan Budi Karya Sumadi dengan beberapa pejabat eselon I lainnya di Kemenhub.

1. Djoko Sasono, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenhub

Djoko Sasono menempati posisi kedua dalam daftar kekayaan pejabat Kemenhub. Menurut LHKPN per 31 Desember 2022, total harta kekayaannya mencapai Rp 25,69 miliar.

Djoko memiliki aset berupa 7 tanah dan bangunan hasil sendiri senilai Rp 10,36 miliar yang tersebar di Bekasi, Jakarta Timur, dan Majalengka. Ia juga memiliki 3 aset alat transportasi dan mesin senilai Rp 170,25 juta, serta harta bergerak lain senilai Rp 50 juta.

Surat berharga yang dimiliki Djoko mencapai Rp 9,62 miliar, dan kas serta setara kas sebesar Rp 3,23 miliar.

Load More