Suara Denpasar - Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Ngurah Rai dikabarkan melepas Pria Kroasia berinisial Petar BR alias Deda.
Petugas tampaknya percaya dengan keterangan yang bersangkutan dan mengaku tidak melakukan bisnis ilegal di Bali atau bisnis yang melanggar izin kunjungannya di Pulau Dewata.
Di mana, dikabarkan yang bersangkutan aktif dalam bisnis sewa menyewa vila di wilayah Canggu, Kuta Utara, Kabupaten, Badung, Bali.
Dalil Deda kepada petugas Imigrasi adalah hanya menolong istrinya promosi sewa-menyewa kamar vila dan renovasi vila.
Namun, pernyataan itu dibantah oleh beberapa sumber kepada wartawan. Di mana, mereka menunjukkan beberapa potongan video yang secara jelas dan terang-terangan mempromosikan penyewaan unit kamar vila, juga kwitansi pembayaran termasuk bukti transfer penyewaan vila kepada lelaki asal dari sebuah negara Balkan tersebut.
"Dia mempromosikan, menunjuk langsung kamar vila kepada penyewa," kata salah satu sumber yang tidak mau dipublikasikan, Jumat 18 Agustus 2023.
Padahal, izin yang bersangkutan adalah Izin Tinggal Terbatas (ITAS). "Jadi dia bukan investor atau bisnisman di Bali," ungkap sumber tadi.
Deda memiliki istri orang Indonesia berinisial Sri Su, dan mereka tinggal salah satu vila kawasan Batu Bolong, Kuta Utara. Beredar kabar, Petar BR alias Deda dipanggil Imigrasi, ternyata beberapa sumber ini dikirim data dari sejumlah pihak terkait kinerja Deda yang bisa menyelesaikan beberapa proyek Vila.
"Ini, setumpuk bukti kuitansi pembelian sejumlah barang bangunan renovasi proyek kurang lebih 3 unit vila. Baik nama barang dan total pembayaran tertera dengan jelas, atas nama Deda," kisah sumber ini. Pun ditunjukan bukti transfer pembayaran unit kamar vila yang dipromosikannya itu. "Ini bukti TF lagi RP 110 juta ke rekening Deda. Bukti jelas, atau ini money laundering," tukasnya. ***
Baca Juga: Razia Terhadap Bisnis Ilegal: Pria Kroasia Terlibat, Imigrasi Ngurah Rai Bergerak Cermat
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi