Suara Denpasar - Punggawa PSIS Semarang, Paulo Gali Freitas Lolos dari hukuman Komite Disiplin (Komdis) PSSI usai menendang bola ke arah pemain Persib Bandung, Marc Klok.
Namun, walaupun Gali Freitas Lolos dari Hukuman Komdis PSSI, pemain asal Timor Leste itu harus absen membela PSIS Semarang.
Gali Freitas dipastikan absen saat laga PSIS Semarang melawan Persik Kediri yang dijadwalkan berlangsung pada Jum'at (25/8) sore.
Absennya Gali Freitas membela PSIS Semarang dikarenakan telah mengoleksi total empat kartu kuning di pertandingan Liga 1 musim ini.
Sesuai dengan regulasi Liga 1 musim ini, Gali Freitas tidak dapat bermain untuk PSIS Semarang karena telah mengoleksi empat kartu kuning di pertandingan berbeda.
“Pemain yang memperoleh akumulasi empat kartu kuning dalam 4 laga berbeda selama berlangsungnya BRI Liga 1, tidak diperkenankan bermain 1 kali pertandingan pada laga berikutnya setelah akumulasi tercapai,” tulis regulasi Liga 1 dilansir dari Suara Semarang.
Setelah itu, Gali Freitas juga akan dihukum tidak dapat bermain untuk PSIS Semarang dalam satu pertandingan apabila kembali mengoleksi tiga kartu kuning di laga yang berbeda.
“Aturan larangan satu pertandingan juga berlaku untuk setiap akumulasi 3 kartu kuning berikutnya dalam 3 pertandingan yang berbeda selama berlangsungnya BRI Liga 1,” lanjut regulasi tersebut.
Dengan absennya Gali Freitas kontra Persik Kediri menjadikan kerugian bagi PSIS Semarang karena pemain berpaspor Timor Leste tersebut merupakan salah satu pemain penting bagi Laskar Mahesa Jenar. (*/Dinda)
Baca Juga: Stadion Jatidiri Akan Dipakai Event Ganjar Pranowo, Suporter PSIS Semarang Permasalahkan soal Rumput
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
BEI Ubah Aturan Main, 28% Kapitalisasi Pasar IHSG Kini dalam Pantauan Ketat
-
Santri Korban Pembakaran Akan Jalani Operasi Cangkok Kulit
-
OJK Limpahkan Tersangka Kasus Asuransi Jiwa Prolife ke Kejaksaan, Kerugian Capai Rp566,24 Miliar
-
Kasus Dena Karari, Warga AS Ditahan Sejak 2024 Kini Dibebaskan Iran
-
Inggris Tumbang, Argentina Bangkit Dramatis dan Tantang Spanyol di Final
-
Pasien Rumah Sakit Kanker Anak Dievakuasi karena Serangan Udara AS ke Pantai Selatan Iran
-
Pemerintah Mau Salurkan Bansos Lewat Kopdes Merah Putih, Gantikan Bank dan Pos?
-
Cetak Kader Penjaga Hutan, Batang Siapkan Garda Depan Konservasi Alam
-
Fitur NFC Bisa Digunakan untuk Apa Saja? Tak Cuma Top Up Saldo E-Money
-
Rekomendasi Hadiah Unik Sesuai Zodiak, Berkesan dan Tidak Membosankan