Suara Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan dua faktor penting yang menyebabkan Bali menjadi tujuan wisata favorit seluruh dunia. Dua keunggulan itu diantaranya adalah kebudayaan dan keramahtamahan masyarakat Bali.
Wayan Koster mengaku, kebudayaan dan keramahtamahan masyarakat Bali terjadi begitu alamiah yang telah diwariskan oleh leluhur. Menurutnya keunggulan budaya dan keramahtamahan milik Bali itu tidak bisa ditiru atau atau rancang oleh daerah lain di Indonesia bahkan negara-negara lain.
"Dua keunggulan ini yang tidak bisa disamakan, tidak akan bisa dirancang tidak bisa direkayasa. Bali memiliki kekayaan, keunikan, keunggulan budaya dan keramatamahan masyarakat yang luar biasa."
"Ini yang menjadi taruhan kita semua, ini yang tidak akan bisa di create (dibuat) oleh siapapun juga karena menyangkut warisan leluhur adiluhung yang kita bisa jalankan semua, yang lain mana bisa," ujar Koster di gedung Wiswa Sabha, Kamis (31/8/2023).
Dalam pandangan Koster, kekayaan, keunikan dan keunggulan budaya dan keramahtamahan masyarakat Bali itu bisa hidup sampai saat ini karena menyatu dengan aktivitas manusia Bali.
Apalagi sudah dibuatkan Peraturan Gubernur Bali tentang kewajiban memakai pakaian adat Bali pada hari Selasa dan Kamis serta hari-hari suci. Juga tentang kewajiban menggunakan aksara Bali pada tulisan nama jalan, nama bangunan dan lain sebagainya.
"Ini harus menjadi spirit kita semua kita harus bangga dengan kondisi ini. Tidak hanya soal kaya, unik dan unggul tapi kebudayaan itu menyatu dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Bali, menyatu dengan adat istiadatnya, agamanya menyatu dengan aktivitas keseharian masyarakat Bali. Inilah yang membuat Bali ini memiliki aura yang kuat, taksu yang kuat berbeda dengan daerah lain," imbuh Koster.
Sementara terkait keramahtamahan masyarakat Bali, menurut Wayan Koster disebabkan oleh keseriusan orang Bali menjaga budaya leluhurnya. Menurut Koster kelompok masyarakat yang mempelajari budayanya secara baik akan melahirkan keramahan masyarakat.
"Memang nature (budaya) nya orang Bali itu ramah, nyambung dengan budayanya. Kalau orang-orang yang mendalami budaya, dia pasti lebih soft lebih bertatanan hidupnya," tandas Wayan Koster. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
IHSG Sempat Menguat Pagi Ini, Lalu Langsung Anjlok
-
[HOAKS] Link Pendaftaran Gebyar Undian Berhadiah BRI 2026
-
5 Rekomendasi Sepatu Lari di Bawah Rp300 Ribu, Murah tapi Berkualitas
-
Perketat Pengawasan, Kemnaker Pastikan Aduan THR Tak Berhenti di Meja Administrasi
-
Aduan THR 2026 Membludak, Kemnaker Tegas: Semua Laporan Wajib Ditindaklanjuti!
-
Ramalan Zodiak Cinta 26 Maret 2026: Momen Tepat Virgo Temukan Jodoh
-
Emas Antam Stagnan, Harganya Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram
-
Arus Balik Lebaran 2026 Meledak, InJourney Airports Tambah Ratusan Penerbangan Ekstra
-
Tips Libur Lebaran 2026 Makin Seru: Andalkan Redmi Note 15 Series, Anti Gagal Bikin Konten!
-
AS Sodorkan 15 Poin Negosiasi Damai ke Iran, Pengamat: Donald Trump Tertekan