Suara Denpasar - Setelah mendapat teguran dari Kejaksaan Agung terkaik lambanya penanganan dan pemberkasan kasus dugaan korupsi Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) Unud.
Jajaran Kejati Bali akhirnya buka suara. Pihak Kejaksaan Tinggi Bali mengaku kasus ini masih berlanjut.
Menurut Kasipenkum Kejati Bali Putu Agus Eka Sabana, Senin 11 September 2023.
Penyidik kejaksaan sudah merampungkan pemberkasan dan telah menerima hasil perhitungan keuangan negara dari audit eksternal.
"Info perkembangan penyidikan SPI (Unud). Saat ini penyidik merampungkan pemberkasan dan juga telah menerima hasil perhitungan keuangan negara dari audit eksternal (akuntan publik). Sedangkan total saksi dan ahli serta ringkasan hasil audit eksternal, kami update belakangan," paparnya kepada awak media.
Dia juga menyatakan, penyidik tentu akan melakukan pemeriksaan tersangka. Dan, jika ada perkembangan terbaru dari penyidikan kasus ini.
Pihak Kejati Bali berjanji akan memberikan update kepada para kuli tinta. Sayangnya, tidak dijelaskan lebih spesifik terkait dengan hasil audit eksternal tersebut.
Adakah dalam kasus ini ditemukan kerugian negara atau tidak? Berikut kapan kasus ini dilimpahkan ke pengadilan.
Pun begitu, soal saksi sampai saat ini sudah diperiksa 90 orang dengan enam adalah ahli.
Baca Juga: Setelah Kejagung, Giliran MAKI Sentil Kejati Bali Terkait Kasus SPI Unud
Untuk diketahui, sebelumnya Kejagung meminta Kejaksaan Tinggi Bali di bawah kepempimpinan Kajati DR.R. Narendra Jatna, S.H.,L.L.M., untuk segera menuntaskan kasus dugaan Korupsi Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) pada Universitas Udayana (Unud).
Hal yang sama juga disampaikan oleh Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman
Pihak Kejagung sendiri menyoroti kasus ini karena sudah tujuh bulan di awal penetapan tersangka, namun kasus belum juga kelar.
Ingat pihak Kejagung, kasus ini terbilang kecil dan jangan digantung-gantung karena itu juga mengangkangi keadilan bagi pihak tersangka dan kepastian hukum. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tol Bocimi KM 72 Longsor! Jalur Arah Bogor dan Jakarta Ditutup Sementara
-
Identitas Korban Bus ALS di Muratara Mulai Terungkap, Ini Daftar Nama yang Sudah Teridentifikasi
-
5 Poin Panas Polemik PSEL Bogor: Mulai dari Ancaman Kesehatan Hingga Tawaran Studi Banding ke China
-
Bus ALS yang Terbakar di Muratara Ternyata Bawa Motor dan Tabung Gas Elpiji
-
5 Rekomendasi Brand Sepatu Lokal Terbaik yang Sedang Trend di Tahun 2026, Gaya Kamu Auto Naik Level
-
5 Rekomendasi Wisata Karawang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga, Dijamin Seru dan Edukatif
-
Sejumlah Kader Nasdem dan Parpol Lain di Kabupaten Sarmi Papua Pindah ke PSI
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Perjalanan Pasutri asal Pati Berubah Mencekam saat Bus ALS Terbakar di Muratara
-
4 Rekomendasi Sepeda Gunung United Bike yang Ramah di Kantong Banget, Mulai Rp2 Jutaan