Suara Denpasar - Kabar mengenai Pratama Arhan yang akan direkrut oleh Suwon FC dari Tokyo Verdy pada bulan Januari mendatang telah menjadi topik pembicaraan hangat dalam dunia sepakbola. Namun, ada fakta menarik yang mungkin belum banyak diketahui oleh publik, yaitu bahwa Suwon FC saat ini berada di posisi bawah dalam klasemen Liga 1 Korea Selatan.
Informasi ini diungkapkan oleh akun Twitter @KORFootballNews, yang mengkonfirmasi rencana Suwon FC untuk merekrut bek Indonesia berbakat, Pratama Arhan, untuk memperkuat tim mereka. Namun, ketika melihat pencapaian terbaru Suwon FC di Liga 1 Korea Selatan, mungkin ada beberapa pertanyaan yang muncul.
Menurut data yang dikutip dari transfermarkt.co.id, Suwon FC saat ini menempati peringkat ke-10 dari total 12 peserta dalam Liga 1 Korea Selatan. Dalam 31 pertandingan yang telah mereka jalani, mereka berhasil meraih 8 kemenangan, bermain imbang sebanyak 5 kali, dan harus menelan 18 kekalahan. Penting untuk dicatat bahwa kompetisi masih berlangsung, sehingga posisi mereka dalam klasemen bisa berubah.
Sebelumnya, Suwon FC menunjukkan performa yang lebih baik di musim-musim sebelumnya. Pada musim 2021/2022, mereka berada di peringkat ke-7, sementara pada musim 2020/2021 mereka mencapai peringkat ke-6 di Divisi 1.
Pada tahun 2019/2020, mereka bermain di Divisi 2 dan berhasil menduduki peringkat ke-2 sebelum kembali ke Liga 1 pada musim 2020/2021. Namun, prestasi mereka kembali merosot pada musim ini, dengan peringkat 10 yang mereka tempati.
Suwon FC saat ini memiliki skuad yang terdiri dari 38 pemain, dengan rata-rata usia sekitar 27 tahun. Mereka memiliki 5 pemain asing di tim mereka, dan dengan kedatangan Pratama Arhan, ia akan menjadi pemain asing keenam. Menariknya, tidak ada satupun yang menjadi bagian dari timnas Korea Selatan.
Secara total, harga pasaran skuad Suwon FC mencapai Rp190,33 miliar, yang menunjukkan bahwa klub tersebut memiliki potensi dan sumber daya yang cukup signifikan. Meskipun saat ini berada di posisi bawah dalam klasemen Liga 1 Korea Selatan, mereka telah menunjukkan potensi dengan meraih juara ketiga dalam Korean FA Cup pada tahun 2022/2023.
Seiring dengan kedatangan Pratama Arhan dan upaya keras dari tim pelatih dan pemain, Suwon FC berharap dapat mengangkat prestasinya dan meraih posisi yang lebih baik dalam klasemen Liga 1 Korea Selatan di masa mendatang. (*/Dinda)
Baca Juga: Bikin Heboh, Pratama Arhan dan Azizah Salsha Ngebet Ingin Punya Momongan?
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Malaysia Masters 2026: Lolos Babak Utama, Kadek Dhinda Tantang Jagoan Thailand
-
Media Turkiye Soroti Langkah Hukum Indonesia usai WNI Ditahan Israel di Global Sumud Flotilla
-
Teks Pidato Resmi Menteri Komunikasi dan Digital untuk Upacara Harkitnas 2026
-
BRIN Ingatkan Prabowo soal Reformasi Politik, Khawatir Pemilu 2029 Bisa Bermasalah
-
Gubernur Bobby Nasution Targetkan RS Internasional Sumut Beri Layanan Medis Kelas Dunia
-
Iritnya Sedan Murah Suzuki Bisa 29,7 Km per Liter, Harga Mirip Brio
-
7 Rekomendasi Parfum Pria Tahan Lama di Alfamart yang Wanginya Nagih
-
Bakal 'Sakti' Seperti KPK, Komnas HAM Diusulkan Bisa Lakukan Penyidikan dan Tuntut Pelanggar HAM
-
Jelang Laga Krusial Manchester City, Mikel Arteta Mendadak Jadi Suporter Bournemouth
-
Kenapa Orang Rela Antre demi AP x Swatch? Fenomena FOMO dan Budaya Luxury