- Pasukan Israel menahan sembilan WNI setelah mencegat Armada Global Sumud di perairan internasional pada Senin lalu.
- Pemerintah Indonesia tengah mengupayakan langkah hukum tegas dan menunggu konfirmasi resmi terkait status para WNI tersebut.
- Insiden penahanan terjadi saat armada kemanusiaan internasional berupaya menembus blokade Israel menuju wilayah Jalur Gaza.
Suara.com - Media Turki menyoroti langkah pemerintah Indonesia yang mempertimbangkan jalur hukum untuk membebaskan warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan Israel setelah pencegatan Armada Global Sumud menuju Jalur Gaza.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Indonesia menyatakan pemerintah akan mengambil tindakan tegas terkait penahanan WNI oleh pasukan Israel.
“Masalah ini harus segera diklarifikasi, dan kami akan segera mengambil langkah hukum yang tegas karena di negara demokrasi kita ada jaminan kebebasan dan hak-hak sipil, sehingga rakyat kita tidak boleh menghadapi tekanan atau kehilangan kebebasan mereka,” kata Yusril dalam laporan media Turkiye, TRT World Selasa (19/5/2026).
Menurut laporan media Turki, WNI tersebut ditahan setelah militer Israel mencegat Armada Global Sumud di dekat perairan Siprus, Mediterania timur, pada Senin.
Meski begitu, Yusril mengungkapkan pemerintah Indonesia hingga kini masih menunggu konfirmasi resmi terkait status penahanan para WNI tersebut.
“Sejauh ini, saya belum menerima informasi lengkap, tetapi saya akan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin dan kemudian menjelaskan masalah ini secara lebih rinci,” tambahnya.
Indonesia sebelumnya juga telah mengecam tindakan Israel yang mencegat kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza.
Berdasarkan laporan yang beredar, sembilan WNI termasuk dua jurnalis ikut ditahan dalam operasi tersebut.
Menteri Komunikasi Indonesia Meutya Hafid turut menyampaikan keprihatinan atas situasi yang dialami jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan itu.
Baca Juga: Akui Tak Bisa Nego Langsung dengan Israel, Pemerintah Gandeng Pihak Ketiga Bebaskan 9 WNI
"Kami sangat prihatin dengan laporan yang melibatkan jurnalis Indonesia yang saat ini meliput misi kemanusiaan ke Gaza," kata Meutya Hafid.
Global Sumud Flotilla menyebut 10 kapal dari total 60 kapal dalam konvoi dicegat dan dinaiki pasukan Israel di perairan internasional pada Senin pagi.
Media Israel pada Selasa melaporkan sekitar 40 kapal dalam armada tersebut telah disita angkatan laut Israel, sementara sekitar 300 aktivis ditahan.
Armada Global Sumud Flotilla berlayar dari Marmaris, Turkiye, pada Kamis lalu dengan tujuan menembus blokade Israel di Jalur Gaza yang telah berlangsung sejak 2007.
Misi kemanusiaan itu melibatkan 426 peserta dari 39 negara, termasuk Indonesia, Turkiye, Amerika Serikat, Inggris, Australia, Malaysia, hingga Afrika Selatan.
Sebelumnya, pada 29 April lalu, armada yang sama juga dilaporkan pernah diserang Israel di dekat Pulau Kreta, Yunani.
Berita Terkait
-
DPR Desak Pemerintah Jamin Keselamatan 9 WNI yang Ditangkap Militer Israel
-
Garuda Indonesia Kembali Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia Versi OAG
-
Kedubes Palestina Kutuk Israel usai Cegat Konvoi Global Sumud Flotilla ke Gaza
-
Makin Loyo, Rupiah Sentuh Rp17.716 per Dolar AS
-
Akui Tak Bisa Nego Langsung dengan Israel, Pemerintah Gandeng Pihak Ketiga Bebaskan 9 WNI
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
BRIN Ingatkan Prabowo soal Reformasi Politik, Khawatir Pemilu 2029 Bisa Bermasalah
-
Gubernur Bobby Nasution Targetkan RS Internasional Sumut Beri Layanan Medis Kelas Dunia
-
Bakal 'Sakti' Seperti KPK, Komnas HAM Diusulkan Bisa Lakukan Penyidikan dan Tuntut Pelanggar HAM
-
DPR Desak Pemerintah Jamin Keselamatan 9 WNI yang Ditangkap Militer Israel
-
Tutup Pintunya! Kata-kata Terakhir Amin Abdullah Sebelum Dibunuh Pelaku Penembakan Masjid San Diego
-
Amnesty: Kritik Pemerintah Dibungkam Lewat Kampanye Disinformasi 'Antek Asing'
-
Kedubes Palestina Kutuk Israel usai Cegat Konvoi Global Sumud Flotilla ke Gaza
-
Mendagri Bersama Menteri PKP Luncurkan Bedah Rumah BSPS di Provinsi Wilayah Maluku-Bali-Nusra
-
Polda Jabar Bongkar Kasus Penipuan Dapur MBG, Modus Catut Nama BGN dan Jual Koordinat SPPG
-
Jaga Stabilitas Politik & Keamanan Daerah, Mendagri: Pemda Perkuat Forkopimda, FKUB & Tim TPKS