- Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution merencanakan pembangunan rumah sakit bertaraf internasional di Medan dengan fasilitas setara hotel berbintang.
- Pemerintah Provinsi Sumut menerapkan sistem Kerja Sama Operasional lintas sektor untuk mempercepat realisasi layanan kesehatan berkualitas dan efisien.
- Rumah sakit berkapasitas 250 tempat tidur ini bertujuan meningkatkan akses kesehatan masyarakat sekaligus melayani pasien pengguna BPJS Kesehatan.
Suara.com - Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, tengah mematangkan langkah strategis untuk merevolusi layanan kesehatan di wilayahnya.
Bobby Nasution sapaan akrabnya memproyeksikan kehadiran sebuah rumah sakit bertaraf internasional di Kota Medan yang mengusung konsep kemewahan hotel berbintang lima, namun tetap inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat melalui layanan BPJS Kesehatan.
Rencana ini dibahas secara mendalam dalam pertemuan antara Gubernur Sumut dengan jajaran pimpinan OPD, BUMD, dan Direksi Rumah Sakit Haji Medan di Kantor Gubernur Sumut, Senin (18/5/2026) kemarin.
Dalam pertemuan tersebut, Bobby Nasution menekankan bahwa standar internasional tidak hanya soal kecanggihan alat kesehatan (alkes), tetapi juga kenyamanan infrastruktur dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
“Penting bagi kita untuk menyiapkan fasilitas, alkes, hingga SDM yang kompeten. Saya ingin rumah sakit ini menghadirkan pelayanan kesehatan dengan fasilitas yang nyaman dan modern layaknya hotel berbintang lima bagi warga Sumatera Utara,” tegas Bobby Nasution, dalam pesan yang diterima Suara.com, Selasa (19/5/2026).
Untuk mempercepat realisasi proyek ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut akan menerapkan sistem Kerja Sama Operasional (KSO). Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Faisal Hasrimy, menjelaskan bahwa skema ini dipilih karena jauh lebih efektif dan efisien secara anggaran maupun manajemen.
“Dengan sistem KSO, Pemprov Sumut tidak perlu membangun kapasitas operasional dari nol. Mitigasi risiko SDM dan manajemen menjadi lebih baik, operasional lebih cepat, namun aset tetap dimiliki pemerintah,” ujar Faisal.
Proyek ini merupakan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan PT Dirga Surya sebagai penyedia aset lahan dan bangunan, kemudian RS Mitra (RS An-Nisa) sebagai pengelola layanan operasional dengan standar profesional swasta.
Lalu RS Haji Medan sebagai penjamin mutu layanan, tata kelola, dan keberlanjutan. Kemudian PT Bank Sumut & PT PPSU sebagai pendukung pembiayaan dan prasarana.
Baca Juga: Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini
Rumah sakit internasional ini direncanakan akan berdiri di pusat Kota Medan dengan spesifikasi yakni bangunan setinggi enam lantai, kapasitas 250 tempat tidur pasien, lalu lokasi strategis yakni berdekatan dengan rumah sakit internasional lainnya, namun memiliki keunggulan kompetitif karena menerima pasien BPJS Kesehatan.
"Tujuan utamanya adalah mewujudkan layanan kesehatan terpadu dan bermutu tinggi yang berkelanjutan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat daerah," tambah Faisal.
Pertemuan koordinasi ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci seperti Direktur Utama RS Haji Medan Yulinda Elvi Nasution dan Komisaris Utama PT Bank Sumut Firsal Ferial Mutyara, untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas proyek sejak tahap perencanaan.
Kehadiran rumah sakit ini diharapkan dapat menekan angka warga Sumut yang memilih berobat ke luar negeri, sekaligus membuktikan bahwa layanan kesehatan berkualitas internasional dapat diakses secara gratis melalui jaminan kesehatan nasional.
Berita Terkait
-
Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Mudah dan Cepat, JKN Bantu Amalia Sehat
-
3 Dampak Tahun Kuda Api 2026 bagi Kesehatan: Emosi Mudah Naik hingga Stres
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Media Turkiye Soroti Langkah Hukum Indonesia usai WNI Ditahan Israel di Global Sumud Flotilla
-
BRIN Ingatkan Prabowo soal Reformasi Politik, Khawatir Pemilu 2029 Bisa Bermasalah
-
Bakal 'Sakti' Seperti KPK, Komnas HAM Diusulkan Bisa Lakukan Penyidikan dan Tuntut Pelanggar HAM
-
DPR Desak Pemerintah Jamin Keselamatan 9 WNI yang Ditangkap Militer Israel
-
Tutup Pintunya! Kata-kata Terakhir Amin Abdullah Sebelum Dibunuh Pelaku Penembakan Masjid San Diego
-
Amnesty: Kritik Pemerintah Dibungkam Lewat Kampanye Disinformasi 'Antek Asing'
-
Kedubes Palestina Kutuk Israel usai Cegat Konvoi Global Sumud Flotilla ke Gaza
-
Mendagri Bersama Menteri PKP Luncurkan Bedah Rumah BSPS di Provinsi Wilayah Maluku-Bali-Nusra
-
Polda Jabar Bongkar Kasus Penipuan Dapur MBG, Modus Catut Nama BGN dan Jual Koordinat SPPG
-
Jaga Stabilitas Politik & Keamanan Daerah, Mendagri: Pemda Perkuat Forkopimda, FKUB & Tim TPKS