Suara Denpasar - Naturalisasi pemain sepak bola keturunan menjadi topik hangat dalam sepak bola Indonesia, terutama ketika nama-nama seperti Emil Audero Mulyadi dan Cyrus Margono muncul sebagai calon kandidat.
Emil Audero dan Cyrus Margono telah membangun reputasi mereka di luar negeri, dan banyak netizen menginginkan mereka untuk bergabung dengan Timnas Indonesia. Namun, apakah naturalisasi mereka benar-benar dibutuhkan? Pelatih kiper Timnas memberikan pandangan menarik.
Yoo Jae Hoo, pelatih kiper Timnas, mengungkapkan pandangannya tentang potensi naturalisasi Emil Audero dan Cyrus Margono. Meskipun banyak yang mendukung naturalisasi keduanya, Yoo Jae Hoo tampaknya memiliki pandangan yang berbeda.
"Sampai saat ini nggak ada yang kayak masalah ya, tapi akhir-akhir ini banyak netizen mau minta naturalisasi Emil Audero, sama ada satu lagi yang main di Yunani Cyrus (Margono). Menurut saya, cukup ya kualitas kiper di Timnas ini cukup oke. Nadeo, Riyandi, Syahrul, Nando, ada Adi juga,” kata Yoo Jae Hoo, dikutip dari kanal YouTube Sport77 Official (5/10/2023).
Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa Timnas Indonesia sudah memiliki sejumlah kiper berbakat dalam timnya. Jadi, apakah naturalisasi Emil Audero dan Cyrus Margono benar-benar diperlukan?
Dilansir dari Bolatimes.com, Emil Audero Mulyadi, yang saat ini berusia 26 tahun, telah membuktikan kemampuannya di tingkat tertinggi sepak bola Italia, Serie A. Dia telah bermain untuk klub-klub seperti Sampdoria, Venezia, dan Brescia.
Emil bahkan pernah mencoba peruntungannya di timnas Italia U-15 hingga U-21. Riwayat perjalanan karirnya yang cemerlang dan pengalaman bermainnya menjadikan Emil salah satu kiper muda berbakat yang patut dihargai.
Di sisi lain, Cyrus Margono, berusia 21 tahun, lahir di Amerika Serikat dan memiliki darah Indonesia dalam dirinya. Meskipun dia belum memiliki pengalaman bermain di Timnas Indonesia, Cyrus telah memperkuat beberapa klub lokal dan bahkan dipanggil untuk Timnas Yunani U-19. Ini menunjukkan potensi besar dalam karirnya jika dia dinaturalisasi.
Salah satu perbedaan mencolok antara kedua kiper ini adalah nilai pasar mereka di Eropa. Cyrus Margono memiliki nilai pasar sekitar Rp434 juta, sementara Emil Audero Mulyadi memiliki nilai pasar sekitar Rp104 miliar. Perbedaan ini cukup besar, dan menunjukkan bahwa Emil memiliki pengalaman dan eksposur yang lebih banyak di level kompetisi tertinggi.
Naturalisasi Emil Audero dan Cyrus Margono menurut Yoo Jae Hoo tidak menjadi kebutuhan mendesak bagi Timnas Indonesia saat ini, mengingat adanya kiper-kiper berbakat lainnya dalam tim.(*/Rizal)
Berita Terkait
-
Si Kembar Susul Pemain Naturalisasi Rp15,64 Miliar, Stefano Lilipaly Disebut Bakal Dipanggil Timnas Indonesia
-
Tak Kunjung Masuk Radar Shin Tae yong untuk Timnas Indonesia, Striker Naturalisasi Rp173 Juta Terdepak ke Liga 2
-
Fix Dicoret dari Timnas Indonesia, Jordi Amat Malah Dibandingkan dengan Pemain Naturalisasi Malaysia
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
BBM B50 Resmi Mulai Didistribusikan ke SPBU, Peluncuran Tinggal Tunggu Prabowo
-
Sambutan Istimewa untuk Presiden Belarus, Dari Pasukan Berkuda hingga Bermalam di Istana Negara
-
Shio Apa yang Paling Tidak Beruntung di Tahun 2026? Ini Alasannya
-
5 Physical Sunscreen Anak dengan Ceramide Sesuai Rekomendasi Dokter Spesialis Anak
-
GAIKINDO Soroti Ketimpangan Stimulus Industri Otomotif dari Pemerintah
-
Bupati Purwakarta Minta Maaf soal Lagu Lalaki Langit Viral, Sebut Tak Bermaksud Rendahkan Wanita
-
Prancis Dilanda Kebakaran Hebat, Lahan 700 Hektare Terbakar saat Cuaca Ekstrem
-
Sekolah Bukan Pabrik Nilai, Melainkan Tempat Menumbuhkan Potensi
-
Cape Verde Siap Menang, Argentina Patut Waspada Jelang Perebutan 16 Besar
-
Dugaan Kekerasan terhadap Dokter Muda di NTT Diminta Diusut Transparan