Suara Denpasar - Prof. Dr.dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S (K) sampai saat ini masih berstatus sebagai saksi dalam dugaan korupsi Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) pada Universitas Udayana (Unud).
Tentu banyak pihak yang bertanya-tanya atau menerka soal nasib mantan Rektor Universitas Udayana periode 2017-2021 terebut.
Mengingat, Rektor Unud Prof. Dr. Ir. Nyoman Gde Antara yang kini mendekam di Lapas Kerobokan dijadikan tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali dalam kapasitasnya saat menjadi bawahan Prof. Raka Sudewi.
Yakni sebagai Wakil Rektor dan juga ketua panitia penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri tahun 2018-2022.
Menerka nasib Prof. Raka Sudewi? Denpasar.suara.com menanyakan status guru besar terebut pasca Prof. Antara ditahan di Lapas Kerobokan, Bali, kepada Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Bali Putu Agus Eka Sabana Putra, Kamis 12 Oktober 2023.
Apalagi ada surat yang ditandatangani Prof. Raka Sudewi terkait SPI jalur mandiri. "Saya tidak mengomentari materi untuk persidangan," kelit dia.
Dia juga menjelaskan bahwa untuk pencekalan Prof. Raka Sudewi juga belum dicabut. Di mana surat pencekalan itu habis masih berlakunya enam bulan.
Pihaknya mengingatkan bahwa dari segi hukum, tentu berbeda dengan pendapat atau pun opini yang berkembang.
Sebab, penyidik berpegang akan adanya alat bukti. Jadi, jika masih belum ada dua alat bukti tentu tidak bisa menjadikan seseorang menjadi tersangka.
Baca Juga: Kalapas Kerobokan Bongkar Kondisi Terkini Rektor Unud Sehat dan Koperatif di Lapas Kerobokan
Dan, terkait dengan Prof. Raka Sudewi sampai saat ini statusnya masih saksi dan tentu pihaknya juga menunggu perkembangan di persidangan terkait dengan keterangan dari Prof. Antara. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tol Bocimi KM 72 Longsor! Jalur Arah Bogor dan Jakarta Ditutup Sementara
-
Identitas Korban Bus ALS di Muratara Mulai Terungkap, Ini Daftar Nama yang Sudah Teridentifikasi
-
5 Poin Panas Polemik PSEL Bogor: Mulai dari Ancaman Kesehatan Hingga Tawaran Studi Banding ke China
-
Bus ALS yang Terbakar di Muratara Ternyata Bawa Motor dan Tabung Gas Elpiji
-
5 Rekomendasi Brand Sepatu Lokal Terbaik yang Sedang Trend di Tahun 2026, Gaya Kamu Auto Naik Level
-
5 Rekomendasi Wisata Karawang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga, Dijamin Seru dan Edukatif
-
Sejumlah Kader Nasdem dan Parpol Lain di Kabupaten Sarmi Papua Pindah ke PSI
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Perjalanan Pasutri asal Pati Berubah Mencekam saat Bus ALS Terbakar di Muratara
-
4 Rekomendasi Sepeda Gunung United Bike yang Ramah di Kantong Banget, Mulai Rp2 Jutaan