Suara Denpasar- Kabar kurang mengenakan datang dari bank milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Uang nasabah senilai Rp 21,596 miliar di Bank BPD Bali telah lenyap dibobol.
Bank BPD Bali yang diketahui sebagai bank milik Pemprov Bali, Pemkot Denpasar dan delapan Pemkab di Pulau Bali itu baru saja terkena musibah karena kehilangan dana puluhan miliar.
Hingga saat ini, lenyapnya dana nasabah senilai puluhan miliar itu diduga karena ada transaksi illegal yang dilakukan oleh oknum yang berada di luar Pulau Bali dan menyebabkan dana nasabah hangus dari kas Bank BPD Bali.
Dilansir dari laman humas.polri, kasus yang telah terjadi pada April 2023 lalu itu telah ditangani Polda Bali setelah pihak bank mengadukan kasusnya ke kepolisian.
Kini, pada Jumat (10/11/2023), Kabid Humas Polda Bali Kombes Jansen Panjaitan menerangkan perkembangan kasus itu lebih lanjut.
Pihak kepolisian dikatakan masih melakukan penyelidikan terhadap lenyapnya dana nasabah Bank BPD Bali. Ia berkata, dari kasus itu tidak ada nasabah yang dirugikan karena dananya telah diganti oleh pihak bank.
Pengembalian dana nasabah itu dilakukan setelah pihak Bank BPD Bali melakukan pelacakan terhadap laporan nasabah yang merasa tidak pernah melakukan transaksi di luar pengetahuan mereka.
"Kepolisian masih melakukan penyelidikan. Poin utamanya tidak ada nasabah yang dirugikan karena dananya sudah diganti oleh pihak bank,” ujar Kabid Humas Polda Bali Kombes Jansen Panjaitan.
Kasus ini mulai mencuat setelah perwakilan Bank BPD Bali melaporkannya ke Polda Bali. Pelapor membawa sejumlah bukti sebagai bahan pihak berwajib dalam menelusuri kasus tersebut.
Baca Juga: Rugi Rp 2,9 Miliar, Nasabah Desak Dekan Ekonomi Untab Dipenjara
Berdasar laporan yang dibawa pelapor, ada transaksi ilegal yang dilakukan oknum pelaku yang seolah-olah menjadi nasabah Bank BPD Bali yang berkedudukan di Sukabumi dan Garut, Jawa Barat.
Kombes Jansen Panjaitan mengatakan laporan pelapor masih berproses. Mantan Kapolresta Denpasar itu menghimbau agar kita bisa lebih bersabar untuk bisa menunggu perkembangan kasus lebih lanjut.
Sementara itu, dilansir dari antara, semenjak adanya kasus pembobolan dana nasabah tersebut, Bank BPD Bali telah memperketat sistem keamanan IT mereka.
Pelaku kejahatan siber ini diketahui menyasar mangsanya secara acak di beberapa kantor cabang.
Namun demikian, musibah itu tidak mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap bank plat merah ini. Terbukti total aset BPD Bali per September capai angka Rp. 34,4 triliun, jumlah tersebut mengalami kenaikan dibandingkan dengan periode 2022 yang mencapai Rp. 31 triliun.(*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
Terkini
-
Ajang Teknologi Dunia Kembali Digelar di Taipei, 1.500 Inovasi AI Dipamerkan
-
Jadwal Drawing Piala Asia 2027 Rilis, Timnas Indonesia Bisa Masuk Grup Neraka Karena Huni Pot 4
-
Inspirasi Menu Buka Puasa: Tenya Tempura Tendon, Renyah dengan Cita Rasa Jepang Asli di Central Park
-
BPJS Kesehatan Tegaskan Layanan JKN Sudah Sesuai Prinsip Syariah
-
Bukan Sekadar Tembok: Mengapa Pembangunan Giant Sea Wall 274 KM Ini Jadi Penyelamat Ekonomi Pantura?
-
12 Drama Korea tvN di Tahun 2026, Ada Siren's Kiss Hingga Yumi's Cell 3
-
Gugat Cerai Insanul Fahmi, Mawa Beri Pesan Menohok ke Inara Rusli: Sok Ambil, Saya Ikhlas
-
Iran Hancurkan Stasiun CIA di Arab Saudi
-
Bintang Lima Tapi Boong? Rahasia Psikologis di Balik Hobi Kita Nyari Komplain Orang
-
Xiaomi 17 Series Meluncur, Flagship Leica, Performa Snapdragon 8 Elite, Harga Mulai Rp14 Jutaan