Depok.suara.com - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) bertindak tegas kepada 25 anggta Polri yang diduga melakukan pelanggaran kode etik saat proses penanganan kasus kematian Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Semua anggota Polri tersebut langsung dimutasi. Tindakan Listyo Sigit dinilai sebagai integritas seorang pemimpin. Seperti diketahui, mutasi ke-25 orang tersebut dilakukan lantaran mereka diduga tidak profesional saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sebaliknya, para anggota tersebut justru mempersulit proses penyidikan aparat. Listyo menambahkan saat ini pemeriksaan telah dilakukan kepada 3 personel pati bintang I, lima personel kombes, tiga personel AKBP, dua personel kompol, tujuh personel Pama, ditambah lima personel yang terdiri dari bintara dan tamtama.
Sosok Listyo Sigit Prabowo pun mengemuka dengan integritasnya. Namun banyak juga yang mempertanyakan kekayaan yang dimilikinya saat ini.
Kekayaan dan bisnis Listyo Sigit Prabowo sebelumnya tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) elektronik saat akan dilantik sebagai Kapolri pada 2020 lalu. Total kekayaan Listyo Sigit menurut situs tersebut adalah Rp8,21 miliar.
Total harta diperinci sebagai transportasi dan mesin berupa satu unit Toyota Fortuner keluaran 2018 senilai Rp320 juta. Kemudian harta bergerak lainnya senilai Rp975 juta ditambah kas dan setara kas sebesar Rp869,73 juta.
Terakhir Kapolri tersebut juga memiliki tanah dan bangunan di Semarang, Tangerang, dan Jakarta Timur senilai Rp6,15 miliar.
Rekam jejak karier Listyo Sigit adalah sebagai aparat kepolisian. Dia tidak pernah tercatat sebagai pemilik bisnis. Seperti diketahui Listyo Sigit sempat menempati berbagai posisi strategis di kepolisian sebelum menjabat sebagai Kapolri.
Dia pernah menjabat sebagai Kapolresta Solo pada 2011 saat Presiden Joko Widodo menduduki kursi wali kota di tempat yang sama. Dari sinilah kedekatan antara Listyo Sigit dan Jokowi bermula.
Baca Juga: 5 Fakta Seputar Sri Sultan HB X Nonaktifkan Kepsek dan Tiga Guru SMAN 1 Banguntapan
Kemudian dia juga sempat berada di posisi Kabareskrim Polri pada 2019. Saat itu Listyo Sigit menorehkan prestasi lantaran berhasil meringkus terpidana kasus Bank Bali Djoko Tjandra yang buron selama sebelas tahun.
Dalam kasus ini Listyo Sigit juga membereskan aparat-aparat kepolisian yang terlibat yakni Kadiv Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte dan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Prasetijo Utomo.
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
Kafe Ajaib yang Memasak Impian: Fantasi Epik yang Menyuntik Semangat Mimpi!
-
4 Sepatu Sekolah Hitam yang Awet Dipakai Setahun Penuh, Murah Anti Jebol!
-
Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI
-
Janji Prabowo Terbuka Terima Usulan: Jangankan Profesor, Dari Anak Desa Pun Saya Tindaklanjuti
-
4 Tablet RAM 8GB Rp1 Jutaan Layar Tajam dan Baterai Jumbo, Cocok Buat Anak Sekolah
-
183 Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, KAI Ratakan Puluhan Bangunan Liar
-
Update Harga Emas Hari Ini, Antam 1 Gram Rp2,66 Juta, Perhiasan Tembus Rp14,7 Juta per Suku
-
Jose Mourinho Pasang Badan untuk Arteta! Sebut Kritik ke Arsenal Hal Tak Masuk Akal
-
Sinopsis Archives: The Nanyang Mystery, Drama Zhang Xin Cheng di iQIYI
-
Lee Jun ho Dukung Kampanye Chosen, Program yang Biarkan Anak Memilih Sponsornya Sendiri