/
Kamis, 08 September 2022 | 22:15 WIB
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman menggelar acara Bincang-Bincang Kebangsaan di Mabes AD, Jakarta Pusat, Rabu (7/9/2022). (Dispenad)

"Ke depan hendaknya segera selesaikan hal ini, muncul di publik bersama Panglima," kata Bobby.

Bobby menyarankan Dudung untuk tidak banyak berkomentar. Terlebih dengan pola komunikasi yang sama. Ujungnya, dikhawatirkan pernyataan Dudung hanya kembali menuai polemik.

"Enggak usah banyak-banyak komentar yang sering dikutip nanti malah bikin polemik yang berkepanjangan," kata Bobby.

Jangan Bikin Heboh

Anggota Komisi I dari Fraksi Partai Golkar Bobby Rizaldi merespons Dudung yang menyinggung Komisi I DPR dengan menyebut rapat di alat kelengkapan dewan (AKD) tersebut suka menanyakan hal tidak jelas.

Dirinya menilai sosok mantan Panglima Pangdam Jaya ini sering
membuat polemik. Hal itu, menurut Bobby lantaran komunikasi publik Dudung yang tidak bijak. Bahkan Bobby menyoroti komunikasi publik itu dilakukan sebelum Dudung naik pangkat menjadi jenderal dengan jabatan KSAD saat ini.

"Ya, Pak Dudung kadang-kadang sering bikin heboh karena pilihan kata-katanya dalam komunikasi publik kurang bijak. Mulai dari Pangdam Jaya, sering memberikan rilis publik yang memancing polemik," kata Bobby.

Adapun pernyataan Dudung menyinggung Komisi I itu ia sampaikan saat mengklarifikasi isu disharmoni hubungan dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Terapi Dudung kemudian merembet berkomentar soal rapat yang dilaksanakan Komisi I, sebagai mitra TNI.

"Mungkin maksud dan niatnya baik untuk menunjukan tidak ada disharmoni dengan Panglima, tapi tidak perlu di komentari Komisi I-nya. DPR Komisi I itu orangnya banyak, alat kelengkapan dewan, banyak yang mendukung TNI AD pun beliau," kata Bobby.

Baca Juga: Terseret Kasus Sambo, AKP Dyah Chandrawati Disanksi Mutasi Turun Jabatan

Sumber: Suara.com

Load More