Depok.suara.com, Pasca naiknya harga BBM, para sopir angkot telah melakukan penyesuaian harga tarif sementara untuk dapat menanggulangi dampak yang ada.
Namun demikian, hingga kini para sopir angkot masih tetap menunggu kebijakan dari Pemerintah Kota Depok terkait penyesuaian tarif resmi terkait kondisi yang ada.
Karenanya, para sopir angkot di Depok meminta pemerintah agar secepatnya mengeluarkan kebijakan terkait tarif baru pasca kenaikan harga BBM ini.
Sopir angkot trayek 06 jurusan Terminal Depok-Simpangan-Terminal Jatijajar, Nasir juga mengatakan, setelah 30 tahun dirinya menjadi sopir angkot, baru kali ini dirinya mengalami kondisi yang sangat berat.
“Waktu awal pandemi memang berat, tetapi tidak seberat saat ini,” ucapnya.
Dia mengungkapkan bahwa saat ini para sopir angkot di Kota Depok tengah dilema menunggu kebijakan yang dikeluarkan pemerintah
"Hingga kini belum ada edaran resmi dari pemerintah untuk menaikan tarif, sehingga kami dilema dan masih menunggu,” ungkapnya.
Untuk itu, kata Nasir, dirinya meminta agar pemerintah segara mengelaurkan kebijakan tarif angkot terbaru, sebagai sebuah solusi dari dampak kenaikan BBM.
Nasir menjelaskan sebelum kenaikan harga BBM biasanya dalam sehari dia membeli bensin seharga Rp 100 ribu.
Baca Juga: Saat Paling Menyedihkan Pangeran Charles Setelah Ratu Elizabeth Meninggal Dunia
"Yang biasanya dalam sehari beli bensin Rp 100 ribu, kini bisa mencapai Rp 130 hingga Rp 140 ribu. Begitu pun dengan setoran yang naik sekitar 20 persen. Sudah jatuh tertimpa tangga,” ujarnya.
Hal senadapun diungkapkan oleh Hariyanto yang merupakan sopir angkot D 06 jurusan Terminal Depok-Simpangan.
Dia mengatakan bahwa rata rata sopir angkot sudah menaikan tarifnya pas harga BBM naik diumumkan.
Untuk naiknya sendiri kata Hariyanto, bervariasi, mulai dari Rp.1000 hingga 2000 dilihat dari jarak penumpang naik turun.
"Pas BBM diumumkan naik, besok harinya mau ngak mau tarif kita juga naikin,"katanya.
Namun demikian, kata Hatiyanto, saat ini dirinya masih menunggu kebijakan pemerintah terkait tarif baru yang akan diberlakukan setelah kenaikan harga BBM.
"Kalau kita engak taikin ya bisa ngak nutup setoran," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan
-
Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup
-
Dari AI hingga Alat Diagnostik Presisi, Inovasi Teknologi Dorong Deteksi Penyakit Lebih Cepat
-
Watak Weton Rabu Pon Milik Presiden Prabowo Subianto, Simak Kelebihan dan Kekurangannya
-
BPS Ungkap Penjualan Truk hingga Pikap Melonjak 38,76%
-
Mendagri Siapkan Tiga Langkah Sebagai Solusi Operasional Gaji Pegawai Pemda
-
BRI Dukung Optimalisasi Dana SAL, Perkuat Penyaluran Kredit ke Sektor Produktif
-
Deposit Judi Online Piala Dunia 2026 Tembus Rp1 Triliun! QRIS Paling Banyak Disalahgunakan
-
Purbasari White Glow Body Serum Bisa Memutihkan Kulit? Cek Ulasan Pengguna
-
Meski Tampil Singkat, Mariano Peralta Ungkap Kesan Debut di Persib Bandung