- Mantan desainer Apple, Jony Ive, merancang interior mobil listrik Ferrari Luce dengan konsep retro modern tanpa layar sentuh.
- Proyek yang dikerjakan firma LoveFrom ini memprioritaskan tombol fisik dan mekanis guna meningkatkan keamanan serta kenyamanan pengemudi.
- Jony Ive menekankan bahwa setiap elemen desain mobil berfungsi sebagai pusat kontrol fisik untuk pengalaman mengemudi optimal.
Suara.com - Mantan perancang ikonik iPhone dan Apple Watch Jony Ive membawa pendekatan mengejutkan untuk mobil listrik pertama Ferrari, Luce. Mobil listrik pertama dari pabrikan berlogo kuda jingkrak ini akan mengusung konsep retro modern yang membatasi penggunaan layar sentuh secara signifikan.
Langkah ini tergolong berani mengingat pengaruh besar Tesla dalam mempopulerkan layar lebar mirip tablet di dasbor kendaraan. Banyak produsen otomotif saat ini beralih ke layar digital karena biaya produksi yang jauh lebih murah dibandingkan tombol fisik. Namun bagi Jony Ive penggunaan layar sentuh berlebihan dianggap tidak ideal untuk pengalaman berkendara yang aman dan nyaman.
“Secara praktis dan fungsional, layar sentuh besar tidak cocok untuk mobil,” kata Ive dalam sebuah wawancara baru-baru ini, dikutip Senin (6/4/2026).
Ia memberikan pandangan kritis terhadap tren interior mobil saat ini yang didominasi layar digital.
“Itu tak terbantahkan. Saya merasa itu mudah dan malas. Ini adalah ruang di mana bisa ada obsesi terhadap gaya dan mode,” ungkapnya
Melalui firma desain LoveFrom bersama Marc Newson proyek ini digarap dengan ketelitian setara pembuatan jam tangan mewah. Setiap sakelar dan tuas pada Ferrari Luce dirancang agar memberikan sensasi mekanis yang khas. Tujuannya adalah menciptakan antarmuka yang memadukan interaksi fisik dengan tampilan digital secara harmonis tanpa mengandalkan satu sisi saja.
Ive menekankan bahwa setiap elemen pada mobil ini didasarkan pada fungsionalitas murni agar tidak mengalihkan perhatian pengemudi. Bagian panel instrumen dirancang sebagai pusat informasi sementara roda kemudi menjadi pusat kendali fisik bagi pengemudi.
“Semuanya didasarkan pada fungsionalitas. Ini bukan soal gaya, bukan hiasan, karena itu akan mengalihkan perhatian dan tidak akan bertahan lama. Panel instrumen dan roda kemudi terhubung erat, dan ini semua tentang mengemudi Ferrari. Segala sesuatu yang lain melengkapi pengalaman tersebut. Panel instrumen adalah tentang output dan roda kemudi adalah tentang input. Semua kontrol bersifat fisik dan mekanis,” pungkasnya.
Baca Juga: Berapa Minimal Daya Listrik Rumah untuk Charge Mobil Listrik? Tak Perlu Antre di SPKLU
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Kia Seltos akan Lahir Kembali? Begini Spesifikasi Calon Penantang HR-V Terbaru
-
5 Motor 125cc Paling Murah buat Pelajar: Irit Bensin, Powerful, Perawatan Nggak Nyusahin
-
Benarkah Penjualan Mobil LCGC Menurun? Begini Data 2025 vs 2026
-
Bedah Data: Mobil Terlaris Hyundai Tipe Apa? Ini yang Jadi Tulang Punggungnya
-
Repsol Perkuat Segmen Mobil Premium Lewat Peluncuran GXR Euro
-
Pembuktian Kualitas Pelumas Premium di Medan Ekstrem Samosir dan Danau Toba
-
Repsol Lubricants Indonesia Ramaikan Japanese Bike Fest Dukung Komunitas Motor Klasik
-
Cara Membedakan Mitsubishi Lancer Evo Asli dan Evo Convert Menurut Pakar, Harga 40 Jutaan
-
Penjualan Daihatsu Melonjak 27 Persen pada Juni 2026 Gran Max Jadi Penopang Utama
-
IPONE Perkuat Skena Kustom Culture Indonesia Melalui Ajang Iron Pipe 2026 di Bandung