Depok.suara.com - Banyak warga Inggris yang memilih menjadi pekerja seks komersial (PSK) demi mendapatkan penghasilan tambahan. Terlebih, merka juga harus menghemat biaya makanan mereka agar tetap bisa memenuhi kebutuhan keluarga mereka.
Berdasarkan laporan Money Advice Trust, estimasi 20 persen orang dewasa Inggris menunggak pembayaran satu atau lebih tagihan rumah tangga. Estimasi itu setara dengan 10,9 juta orang.
Tak hanya itu, laporan ini menemukan bahwa 5,6 juta orang susah makan selama tiga bulan terakhir akibat kenaikan biaya hidup di Inggris, dikutip dari The Guardian.
Masyarakat memilih tak membeli makan, hanya makan satu kali sekali, atau bahkan tak makan sama sekali dalam beberapa hari. Ini dilakukan agar mereka bisa membayar tagihan listrik rumah tangga. Selain itu, hampir delapan juta orang telah menjual barang personal atau barang rumah tangga mereka demi bisa membayar tagihan.
Di sisi lain, semakin banyak perempuan Inggris bekerja sebagai pekerja seks komersial. Berdasarkan pemberitaan Sky News, telepon ke English Collective of Prostitutes naik hingga sepertiga pada musim panas tahun ini.
Organisasi tersebut merupakan gerakan bawah tanah untuk pekerja seks di Inggris. Mereka memberikan cara agar perempuan yang bekerja di sektor tersebut dapat menjaga dirinya tetap aman dan bekerja sesuai hukum.
"Kenaikan biaya hidup mendorong banyak perempuan saat ini bekerja di bidang seksual dengan berbagai jalan, entah di jalanan atau secara online," kata juru bicara lembaga tersebut, Niki Adams.
"Kita melihat masyarakat bekerja di ranah itu karena putus asa. Itu membuat mereka kurang bisa melindungi diri sendiri dari kekerasan dan eksploitasi," lanjutnya.
Adams menilai tak hanya membuat sejumlah perempuan baru memilih bekerja seks, krisis juga menyebabkan masyarakat yang sudah lepas dari pekerjaan itu kembali lagi.
"Mereka didorong ke [sektor] tersebut karena entah mereka kehilangan pekerjaan 'lurus' mereka akibat Covid-19, atau itu tidak menutupi apa yang mereka butuhkan untuk hidup," katanya.
Tak hanya Adams, CEO lembaga pendukung pekerja seks MASH, Annie Emery, mengakui lebih banyak perempuan menghubunginya untuk menjadi PSK demi bisa hidup dan mendapatkan tempat tinggal.
Emery menilai pandemi Covid-19 memang memperburuk kehidupan perempuan yang sudah berada dalam situasi sulit.
"Saat Covid-19 melanda, kami melihat kenaikan angka perempuan yang kehilangan pemasukan mereka hanya dalam waktu semalam, membutuhkan paket pangan darurat, yang diusir dari tempat tinggalnya, atau tak dapat melakukan isolasi," ujar Emery.
Ia kemudian berkata, MASH khawatir kalau mereka akan berhubungan kembali dengan pekerja seks yang sudah pernah lepas dari bidang tersebut.
"MASH berdiri selama 30 tahun dan kami khawatir kami mulai kembali berhubungan dengan perempuan yang sebenarnya sudah lepas dari bidang pekerja seks bertahun-tahun lalu," ujarnya.
"Jelas bahwa kesulitan finansial mereka membuat perempuan memiliki opsi yang terbatas," imbuhnya
Sebagaimana dilansir NPR, krisis biaya hidup di Inggris dimulai sejak akhir 2021, didorong oleh inflasi tinggi dan kondisi politik dunia. Pasokan gas di negara itu semakin mahal, salah satunya disebabkan oleh terhambatnya suplai akibat perang Rusia-Ukraina.
Padahal, warga Inggris mengandalkan gas untuk menyalakan listrik dan memanaskan rumah mereka, terlebih kala musim dingin.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Menapaki Jalan Berlumpur hingga Pelosok Desa, Mantri BRI Menjadi Penggerak Ekonomi Rakyat
-
5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
-
6 Cara Mencuci Sepatu Suede yang Benar, agar Tidak Kusam dan "Botak"
-
Animal Farm dan Cermin Politik Modern: Saat Kesetaraan Hanya Menjadi Slogan
-
Dari Medan Berlumpur hingga Desa Terpencil, Mantri BRI Hadir Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan
-
GeForce RTX 3060 Hidup Kembali, GPU 12GB untuk Gaming 1080p dan AI Lokal
-
109 PPPK Paruh Waktu di Pemkot Malang Diupayakan Naik Kelas Jadi Penuh Waktu
-
Sitaan Fantastis di Kasus Korupsi Terbaru, Sejauh Mana Urgensi RUU Perampasan Aset?
-
Banyak Penyalahgunaan! Zulhas Minta Sebulan Bereskan MBG Sebelum Lapor Prabowo
-
Rupiah Betah di Level Rp18.000 per Dolar AS