/
Senin, 10 Oktober 2022 | 12:15 WIB
Ilustrasi Penembakan (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Depok.suara.com - Kasus penembakan warga sipil kembali terjadi di Amerika Serikat. Nahasnya kali ini korbannya adalah seorang warga negara Indonesia (WNI), bernama Novita Brazil.

Wanita ini tewas di rumahnya di San Antonio, Texas, Amerika Serikat, setelah diberondong ratusan peluru. Dirinya merupakan korban salah sasaran karena pelaku menyasar rumah tetangganya.

Menukil dari situs Indonesia Lantern,
Novita Brazil yang memiliki nama asli Novita Kurnia Putri (25 tahun) pada saat peristiwa nahas tersebut sedang mengetik laptopnya di rumahnya di West Bexar County, San Antonio, Texas malam itu.

Namun dirinya kemudian ditembak
beberapa kali di bagian wajahnya pada Selasa 4 Oktober 2022 sekitar pukul 12.30 pagi dini hari. Ia meninggal dunia di tempat kejadian.

Dikabarkan bahwa perempuan ini meninggal karena peluru yang ditaksir berjumlah lebih dari 100 bulir ditembakkan oleh dua remaja laki-laki. Kedua pelaku telah ditangkap dan diamankan pihak kepolisian setempat, yakni deputi Texas.

Pelaku ditangkap

Selain Novita Brazil ternyata ada korban lain yaitu wanita berusia 41 tahun yang tengah menyewa rumah tak jauh dari lokasi, kini dirinya dirawat di ruang darurat rumah sakit setempat.

Setelah mendengar letusan tembakan
di sekitar kawasan Bexar County, petugas kepolisian kemudian tiba. Mereka melihat sebuah mobil sedan putih mengebut meninggalkan lokasi.

Setelah pengejaran dilakukan dibantu helikopter polisi, kedua pelaku tertangkap di jalan bebas hambatan 151 dan Acme Road. Dua remaja berusia 14 dan 15 tahun pun ditangkap.

Baca Juga: Heboh Kabar Debt Collector Tagih Utang ke Rumah Rizky Billar, Sosok Ini Beberkan Fakta Sebenarnya

‘’Kini pelaku kriminal mudah mendapatkan senjata,’’ tutur Salazar tanpa menjelaskan nama kedua tersangka pelaku.

Melalui konferensi pers terbaru pada Sabtu malam waktu setempat, Salazar mengatakan kedua remaja itu didakwa dengan pasal pembunuhan tingkat pertama dan penyerangan menggunakan senjata mematikan.

Kedua remaja yang ditahan di Bexar County Juvenile Detention Center, dikenai dua tuduhan, yakni pembunuhan dan penyerangan berat dengan ancaman hukuman mati atau hukuman seumur hidup.

"Saya tidak melihat penyesalan apapun dari gelagat dan ekspresi mereka" kata sheriff tentang para tersangka,” seperti dilansir NBC News.

“(Para remaja itu) datang ke lokasi ini dan melakukan penembakan sambil berkendara, lalu menghantam rumah yang salah,” ucapnya lagi.

Load More