/
Selasa, 01 November 2022 | 07:00 WIB
Dedi Mulyadi dan pria yang telah menikah sebanyak 88 kali (Tangkapan layar YouTube KDM)

Depok.suara.com - Sosok Kaan yang disebut telah menikah sebanyak 88 kali menjadi sorotan publik. Salah satu yang penasaran dengan pengalaman unik dari petani asal Majalengka ini adalah Dedi Mulyadi.

Mantan Bupati Purwakarta ini kemudian mendatangi sosok yang telah berusia 61 tahun tersebut. Ternyata dirinya cukup legendaris bagi masyarakat sekitar.

Pada kesempatan itu pria yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI ini mendatangi rumah Kaan yang ada di tepi sawah. Kemudian Kaan menceritakan pengalamannya sebelum bisa menikah berulang kali.

Kaan mengaku sempat dihina karena tidak memiliki apa-apa. Karena itu, dirinya bertapa di sebuah tempat sampai tiga hari tiga malam dan kemudian disebut memiliki ilmu pengasihan atau ilmu pelet kepada lawan jenis.

"Pulang dijemput kakek, terus pulang kampung, terus jadi ilmunya, baru dilihat (perempuan) saja di jalan sudah suka (perempuannya)," kata Kaan menceritakan masa lalunya kepada Kang Dedi Mulyadi dikutip dari unggahan youtube Kang Dedi Mulyadi Chanel, Senin (31/10).

Tambah penasaran, Dedi Mulyadi kemudian bertanya tentang pernikahaan Kaan. Apalagi dirinya mengaku bisa menikah hingga 88 wanita.

"Paling sebentar satu minggu, paling lama 24 tahun," ungkapnya.

Sementara itu selama 88 kali menikah, paling banyak pernah memliki istri yang bisa bertahan dalam waktu bersamaan sebanyak lima istri.

"Pernah sampai bareng-bareng sampai 5 istri, dua istri satu rumah, semua akur, tapi pernah juga gak punya istri sama sekali, semua diceraian," ulasnya.

Baca Juga: Pesan Badai Buat Kerisptaih dan Sammay Simorangkir, Larang Bawa Lagu Ciptannya Tanpa Izin

Selama puluhan kali menikah ini istrinya berasal dari berbagai daerah, ada dari Sumatra, namun kebanyakan Jawa Barat seperti Tasikmalaya, Sumedang, Ciamis, Majalengka.

Istri yang pernah dia nikahi paling muda 14 tahun, istri yang paling tua 64 tahun dan untuk yang 64 tahun kini menjadi istrinya sampai hari ini. Bagi Dedi Mulyadi cerita ini bisa dijadikan pelajaran bagi yang lain, dan tidak perlu ditanggapi terlalu serius.

Load More