/
Rabu, 02 November 2022 | 14:54 WIB
Iwan Bule, Ketua Umum PSSI memberi keterangan pada wartawan. (Twitter/@ElshintaDotcom)

Depok.suara.com - Desakan mundur kepada Ketua Umum PSSI, Mochammad Iriawan atau Iwan Bule terus menggema di kalangan pecinta sepak bola. Hal ini juga mengacu kepada rekomendasi dari Tim TGIPF Tragedi Kanjuruhan.

Namun Iwan Bule menegaskan tidak akan mundur sesuai dengan desakan dari warganet. Karena baginya mundur ketika terjadinya sebuah peristiwa menunjukkan sifat pengecut.

"Kalau mundur tidak menyelesaikan masalah ya. Saya meninggalkan organisasi yang besar. Itu pecundang, pengecut," tegasnya saat hadir dalam podcast Dedi Corbuzier.

Dirinya mengibaratkan dengan peristiwa jatuhnya pesawat tidak akan membuat seorang direktur perusahaan tersebut mundur atau tersangka. Namun dirinya sadar bahwa warganet bisa menyikapi berbagai hal.

"Tetapi namanya nitizen kan boleh-boleh aja," ucapnya.

Iwan Bule juga menyebut dirinya tidak bermaksud mempertahankan jabatan sebagai Ketua Umum PSSI. Hal itu dia buktikan dengan keputusan PSSI yang akan segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) pada 18 Maret 2023.

Keputusan mempercepat KLB dengan agenda memilih pengurus baru itu lahir setelah seusai digelarnya Emergency Meeting yang dihadiri 12 anggota Exco PSSI pada 28 Oktober lalu.

Lebih jauh, Iwan Bule juga menerangkan bahwa dirinya tak mau mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI lantaran telah mendapat mandat dari FIFA untuk membantu transformasi sepak bola Indonesia pasca Tragedi Kanjuruhan.

"Apa yang disampaikan FIFA ke saya tolong perbaiki, terus [kalau] saya tinggal nanti mereka marah. Disuruh tanggung jawab transformasi sepak bola kok malah ditinggalkan," kata Iwan Bule.

Baca Juga: Bingung Saat Anak Tanya Tentang Keberadaan Tuhan? Habib Husein Ja'far Beri Tips Ini

"Makanya kita putuskan KLB. Yaitu mekanisme pengurus dengan aturan yang telah ditentukan," tambahnya.

Load More