/
Senin, 07 November 2022 | 13:39 WIB
Ahmad Syahrul Ramadhan, sopir mobil ambulans pembawa jenazah Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat ke RS Polri Kramat Jati mengatakan jenazah Brigadir J tak sempat dibawa ke IGD. (Suara.com/M. Yasir)

Depok.suara.com - Sopir mobil ambulans yang membawa jenazah Brigadir J bernama Ahmad Syahrul Ramadhan menyampaikan kesaksian dalam persidangan pada Senin (7/11/2022) ini. Dirinya mengaku heran ketika jenazah korban malah dibawa ke IGD RS Polri, bukan ke kamar jenazah.

"Saat itu gak langsung dibawa ke kamar jenazah, dibawa ke IGD. Saya tanya pak izin kenapa dibawa ke IGD dahulu, katanya saya juga enggak tahu mas. Saya ikuti arahan," ujar Syahrul di persidangan, Senin (7/1//2022).

Dirinya mengungkapkan ketika sampai di IGD, ada seorang petugas polisi yang bertanya jumlah korbannya dan mengapa bisa sudah ada di kantong jenazah.

Dirinya bingung menjawabnya lantaran saat mengevakuasi jenazah korban, dia tak tahu menahu soal peristiwa apa yang terjadi, termasuk identitas korban.

"Lalu, ya sudah mas dibawa ke belakang saja kamar jenazah. Lalu saat saya di kamar jenazah, ada bapak-bapak anggota bilang, sebentar dahulu ya mas. Lalu, minta tolong dibantu turunkan, saya langsung turunkan berjalan ke kamar jenazah, saya pindahkan ke kamar troli kamar jenazah," tuturnya.

Ketika Ahmad sudah memindahkan jenazah Brigadir J, dia pun izin untuk pamit pergi, hanya saja dia diminta polisi untuk menunggu terlebih dahulu. Alhasil, dia pun menunggu di masjid samping kamar jenazah sampai waktu memasuki subuh.

"Kenapa saudara menunggu sampai subuh? Kasih uang? Setelah subuh selesai pulang?" tanya hakim.

"Gak tahu, lalu saya ditanya sudah makan belum, akhirnya dibelikan sate, sampai saya makan (waktu) subuh baru selesai kamar jenazah. (Di kasih uang) Hanya untuk ambulans sama untuk cuci mobil, lalu pulang, selebihnya tak tahu menahu," kata Syahrul.

Baca Juga: Netflix Hadirkan Pencarian Konten dalam Berbagai Bahasa

Load More