Depok.suara.com - Kehadiran Ketua DPR RI Puan Maharani bersama Megawati Soekarnoputri dan Dubes RI untuk Korea Selatan Gandi Sulistiyanto ke lokasi Tragedi Itaewon di Seoul, Korea Selatan mendapat reaksi keras.
Diketahui tokoh nasional tersebut membagikan kegiatannya tersebut melalui akun twitternya, terlihat dirinya meletakkan karangan bunga di Memorial Korban Tragedi Itaewon yang berada di ujung jalan kawasan tersebut.
“Bunga duka cita ini bukan sekedar tanda duka, tapi lebih dari itu bunga ini menjadi sebuah pengharapan agar tidak terjadi lagi tragedy yang mengorbankan nyawa manusia di belahan dunia manapun,” tulis Puan pada akun twitter @puanmaharani_ri, Kamis (10/11/2022).
Namun aksi Ketua DPR RI ini malah mendapat cibiran dari band surf rock asal Jatinangor, The Panturas. Mereka malah meminta kepada petinggi PDIP Perjuangan tersebut agar mendatangi lokasi Tragedi Kanjuruhan.
“40 hari tragedi Kanjuruhan, Ketua DPR yang seharusnya berbicara paling lantang mewakili rakyat malah ke Itaewon,” tulis The Panturas dikutip dari Suara.com pada Jumat (11/11/2022).
Mereka kemudian memberikan kalimat sindiran untuk Puan. Jika puan mendatangi Stadion Kanjuruhan tampaknya itu akan lebih bermanfaat karena bisa memperbaiki citra dirinya.
The Panturas juga menyindir seharusnya ada staff yang mengingatkan apa yang sebaiknya dilakukan oleh salah satu wakil rakyat.
“’Bu Puan, besok 40 hari Kanjuruhan, kita tabur bunga aja ke Malang yuk. Kita seharian di Malang, ikut berdoa di stadion terus abis makan siang ketemu Kapolda buat follow up kasusnya udah sampe mana. Malemnya kita ngobrol sama supporter bu. Ini bisa sedikit perbaiki citra Ibu," terangnya.
"Kan staff nya kudunya ada yang bisikin begitu ya. Masa kudu gua jadi DPR. Huft,” sambung The Panturas.
Baca Juga: Niluh Djelantik Kena Sindir Pendeta Hindu: Teman Anies Baswedan Orang Bali atau Hindu itu Banyak
Usai mengunggah cuitan tersebut, banyak netizen yang ikut berkomentar terkait aksi Puan Maharani.
Netizen menyindir alasan Puan memilih untuk hadir ke Itaewon ketimbang Kanjuruhan karena agar mendapatkan citra baik di bidang politik luar negeri.
“Masalahnya ke Kanjuruhan tidak ada bobot politiknya. Kalo ke Itaewon kan bisa dapet politik luar negeri dan politik kpopersnya. Masalah nyawa rakyat jelata bisa dipikirin nanti-nanti aja,” tulis akun @frztmr pada Kamis (11/11/2022).
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana